2021, Jalan Tol dan Lintasan Penyeberangan Bebas Truk ODOL

2021, Jalan Tol dan Lintasan Penyeberangan Bebas Truk ODOL
Petugas Jasa Marga masih mengupayakan pengangakatan muatan pelat besi dan mengevakuasi truk terguling di Tol Jakarta-Cikampek KM 14, Selasa 22 Oktober 2019 malam. (Foto: dok Jasa Marga)
Thresa Sandra Desfika / FMB Minggu, 3 November 2019 | 14:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemhub) menargetkan seluruh jalan tol dan lintasan penyeberangan nasional bebas dari kendaraan berkondisi over dimension over load (ODOL) pada 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi menjelaskan, penanganan kendaraan odol ini dilakukan secara bertahap mulai dari jalan tol dan diharapkan jalan bebas hambatan sudah tak dilalui kendaraan ODOL mulai 2020.

"Kami akan berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol dan juga Kepolisian untuk mewujudkan jalan tol bebas ODOL pada tahun 2020," ungkap Budi Setiyadi dalam keterangannya, Minggu (3/11/2019).

Dia menyebutkan, untuk penanganan kendaraan ODOL di jalan tol akan dipasang alat pendeteksi dimensi kendaraan. Selain itu, pihak berwenang akan menyiapkan alat penimbangan untuk mengetahui dimensi dan berat muat kendaraan.

"Jadi sekarang bagi pemilik kendaraan yang dimensinya tidak sesuai, segera lakukan normalisasi kendaraannya. Karenanya, yang masih overdimensi ya jangan masuk jalan tol," kata Budi.

Menurut dia, penanganan kendaraan ODOL tak cukup hanya di jalan tol, tapi juga harus diterapkan penanganan bebas kendaraan ODOL di lintasan kapal penyeberangan. Maka dari itu, mulai Februari 2020, pihaknya memberlakukan kebijakan bebas kendaraan ODOL di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. "Sehingga nanti tahun 2021 Indonesia bebas kendaraan ODOL," sebut Budi Setiyadi.

Budi meminta, para pemilik barang dan truk untuk bersama-sama dengan pemerintah berkomitmen menjalankan program bebas kendaraan ODOL sehingga negara bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun sektor lain ketimbang terus memperbaiki jalan yang rusak akibat kendaraan ODOL.

“Saya meminta kepada pihak-pihak yang terkait bahwa persoalan ODOL ini merupakan tanggung jawab bersama. Jangan sampai kita terlambat menyadari bahwa hal ini dapat merugikan banyak pihak, tidak hanya mengakibatkan korban jiwa namun negara turut dirugikan,” imbuh Budi.



Sumber: BeritaSatu.com