Lippo Cikarang Bukukan Pendapatan Rp 1,06 T

Lippo Cikarang Bukukan Pendapatan Rp 1,06 T
Tower Glendale Park dan Newport Park (kiri) di Orange County, Cikarang, Kamis (24/1/19). Glendale Park dan Newport Park merupakan tower kelima dan keenam di kawasan Orange County dengan total 1.094 yang telah terjual hingga 94% sejak penjualan perdananya pada 2016. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Senin, 4 November 2019 | 11:08 WIB

Cikarang, Beritasatu.com - PT Lippo Cikarang, Tbk (LPCK) hari ini, Senin (4/11/2019) mengumumkan hasil keuangan untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2019. Perusahaan melaporkan total pendapatan Rp 1,06 triliun, menurun 42 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,84 triliun.

Penurunan ini berasal dari penjualan tanah yang tidak berulang ke PT MSU pada 9M18 sebesar Rp 838 miliar. Secara normal, pendapatan 9M19 pada periode tersebut naik 5,8 persen dari Rp 1,003 miliar. Pada 3Q19, LPCK melaporkan pendapatan sebesar Rp374 miliar, meningkat 30 persen dari Rp287 miliar di 2Q19 karena penjualan properti meningkat setelah pemilihan umum dan Idul Fitri.

Sebagaimana dilaporkan, laba kotor untuk periode tersebut menurun menjadi Rp396 miliar pada 9M19 dari Rp 1,05 triliun pada 9M18 sementara laba bersih Perusahaan turun menjadi Rp367 miliar dari Rp 2,71 triliun. Secara triwulanan, laba kotor Perusahaan meningkat 17 persen menjadi Rp 127 miliar di 3Q19 dari Rp 117 miliar di 2Q19.

Pendapatan Perusahaan didukung oleh penjualan lahan industri yang lebih tinggi (penjualan Delta Silicon 8 pada 1Q19) dan peningkatan pendapatan manajemen kota (kenaikan tarif 15 persen) yang menyebabkan pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun, masing-masing sebesar 253 persen dan 19 persen. Pendapatan atas penjualan rumah tinggal dan apartemen sebesar Rp 653 miliar berkontribusi 62 persen dari total pendapatan, sementara pendapatan dari penjualan tanah industri dan komersial sebesar Rp 135,5 miliar, sehingga berkontribusi 13 persen terhadap total pendapatan.

EBITDA Perusahaan yang dilaporkan untuk 9M19 tercatat sebesar Rp347 miliar, turun 68 persen dari Rp1.074 miliar dari periode yang sama tahun lalu.

Total aset LPCK meningkat 34 persen menjadi Rp 12,38 triliun dari Rp 9,23 triliun pada akhir kuartal ketiga setelah penyelesaian rights issue dengan total dana yang terkumpul sejumlah Rp2,9 triliun ($200 juta).

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Simon Subiyanto mengatakan: "Mengingat pasar properti yang kompetitif saat ini, kami terus fokus untuk memberikan hasil operasional yang kuat sementara kami menyediakan produk-produk berkualitas tinggi bagi pelanggan kami. Melalui produk yang kami baru saja luncurkan Grand Acacia Garden, kami percaya bahwa permintaan pasar akan tinggi mengingat harga yang menarik untuk segmen perumahan."

Saat ini, anak perusahaan LPCK telah secara bertahap menyerahkan 3 menara di Orange County (Irvine, Westwood dan Pasadena Tower) kepada pelanggan. Tiga menara terdiri dari 1.271 unit apartemen senilai Rp1,1 triliun dan merupakan contoh lain dari komitmen LPCK untuk menyerahkan unit apartemen tepat waktu.

Sejalan dengan fokus Perusahaan terhadap peluang untuk pertumbuhan di masa depan, itu menarik untuk melihat infrastruktur yang terjadi di koridor timur Jakarta. Komitmen pemerintah terhadap koridor timur ditunjukkan oleh beberapa proyek infrastruktur termasuk LRT (Light Rapid Transit) Cawang - Bekasi Timur dengan pekerjaan mencapai 59 persen, Kereta Api Berkecepatan Tinggi Jakarta - Bandung ditargetkan untuk beroperasi dalam beberapa tahun ke depan, dan jalan tol Jakarta - Cikampek telah mencapai 96 persen dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, terus ada kemajuan di pelabuhan Patimban yang baru, sementara bandara Kertajati telah beroperasi sejak 2018.

LPCK terus membangun reputasinya sebagai pengembang properti kawasan perkotaan dengan standar internasional untuk fasilitas. Lippo Cikarang terletak di dalam area seluas sekitar 3.250 hektar di salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 17.192 rumah dan memiliki populasi 53.695 penduduk. Di kawasan industri Lippo Cikarang, ada sekitar 551.795 orang yang bekerja setiap hari di 1.316 fasilitas manufaktur.

LPCK adalah anak perusahaan dari PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). LPKR adalah salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatannya dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. LPKR didukung oleh pendapatan berulang yang solid dan didukung oleh inventarisasi lahan yang beragam. Bisnis LPKR terdiri dari Perumahan / Kota,
Mal Ritel, Rumah Sakit, Perhotelan, dan Manajemen Aset.



Sumber: BeritaSatu.com