Kempupera Dorong HPJI Kembangkan Inovasi Pembangunan Jalan

Kempupera Dorong HPJI Kembangkan Inovasi Pembangunan Jalan
Basuki Hadimuljono ( Foto: SP/Joanito de Saojoao / SP/Joanito de Saojoao )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 6 November 2019 | 07:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mendorong para pelaku industri jasa konstruksi nasional terus melakukan inovasi dan kreativitas, termasuk bagi para ahli pembangunan jalan yang tergabung dalam Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI). Inovasi diperlukan sebagai adaptasi terhadap perubahan global salah satunya perkembangan pesat teknologi informasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengatakan, menyatakan, beberapa tantangan dalam bidang pembangunan jalan saat ini tidak hanya terkait masalah teknik konstruksi, namun juga keterbatasan sumber daya manusia, pembiayaan dan teknologi.
"Keterbatasan pembiayaan dalam pembangunan jalan harus dijawab dengan berbagai inovasi yang mampu menarik investasi serta terobosan-terobosan baru lainnya,” kata dia.

Salah satu inovasi pembiayaan dalam pembangunan jalan tol yang dapat menarik investasi adalah kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Selain pembangunan, skema ini juga diterapkan dalam kegiatan preservasi jalan yang saat ini dalam tahap uji coba," kata Basuki dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Menteri (Wamen) PUPR John Wempi Wetipo dalam acara Konferensi Nasional Teknik Jalan (KNTJ) ke-10 di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Sesuai dengan tema KNTJ ke-10 yaitu “Pembangunan Infrastruktur Jalan dalam Era Teknologi Industri 4.0”, Basuki juga menyampaikan agar para ahli bidang jalan mengenali tantangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembangunan konstruksi. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah dalam merealisasikan Kebijakan Industri 4.0 yang telah dicanangkan.

Dikatakan Basuki, pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekedar mengikuti kecenderungan sesaat.

"Industri 4.0 hanya instrumen, justru harus ada SDM yang handal dibaliknya. Untuk memenangkan kompetisi global, kebijakan di sektor konstruksi nasional harus diarahkan untuk menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik," ujarnya.

Menurut Basuki, salah satu prinsip dasar yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0. BIM merupakan sebuah metode baru untuk konstruksi infrastruktur yang mengintegrasikan model virtual beserta data atau informasi teknisnya.

Kelebihan dari aplikasi ini yaitu meningkatkan efisiensi dan akurasi melalui kerja sama antara para pemangku kepentingan, desain dan pembangunannya menjadi lebih ramping dan transparan, berbagai kesalahan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan bisa dihindari, serta penggunaan material, peralatan, dan waktu menjadi lebih optimal.

Kempupera telah menerapkan teknologi BIM pada proyek percontohan (pilot project) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Morotai, Kepulauan Maluku. Pemanfaatan BIM di KSPN Morotai mencakup pembangunan jalan wisata, infrastruktur penahan abrasi pantai teknologi 3B (Berkait, Berongga, Bertangga), dan toilet wisata. Teknologi ini juga sudah diterapkan pada proyek jalan di Mandalika, NTB dan Jalur Pansela.

Basuki juga menyampaikan HPJI sangat berperan penting untuk menjadi wahana peningkatan kompetensi tenaga profesional teknik jalan yang bekerja di seluruh Indonesia. Menurutnya Kempupera selama ini juga dapat bekerja dengan tenang dalam mengembangkan jalan dan jembatan, karena selalu mendapat dukungan HPJI.

"Dengan adanya perubahan struktur birokrasi yang semakin ramping dan tuntutan meningkatnya peran tenaga fungsional yang profesional di lingkungan birokrasi hendaknya menjadi tantangan bagi asosiasi HPJI untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga profesi melalui kolaborasi dengan Balai Pengembangan SDM maupun Balai Pelatihan Konstruksi di berbagai provinsi," ujar Basuki.



Sumber: Suara Pembaruan