Produk Baru Asetku Ramaikan Indonesia Fintech Show 2019

Produk Baru Asetku Ramaikan Indonesia Fintech Show 2019
Stand Asetku di Indonesia Fintech Show 2019 yang kian ramai dengan produk barunya serta edukasi fintech P2P lending. (6/11) ( Foto: Asetku / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 6 November 2019 | 22:27 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Pada 6 hingga 8 November 2019, platform peer to peer (P2P) lending Asetku meramaikan Indonesia Fintech Show 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, dengan memperkenalkan pendanaan dengan jangka waktu yang lebih lama.

Perkenalkan Pendanaan dengan Tenor 2 dan 3 Bulan

Sebagai salah satu dari 144 perusahaan Fintech Peer to Peer Lending (P2P) yang terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT. Pintar Inovasi Digital melalui Asetku menghubungkan antara pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower) berkualitas dari marketplace. Dengan beragam produk pendanaan yang ditawarkan, pengguna dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya.  Tiap produk tentunya memiliki dana awal, return rate, dan jangka waktu pendanaan yang berbeda yang dapat disesuaikan.

“Jangka waktu pendanaan yang kami punya sebelumnya singkat-singkat. Namun, kami melihat adanya kebutuhan maupun permintaan masyarakat, sehingga kami menyediakan produk dengan tenor yang lebih lama yaitu 2 bulan dan 3 bulan,” ujar direktur Asetku Andrisyah Tauladan.

Dengan pendanaan berjangka waktu lebih panjang, pemberi pinjaman ini akan mendapatkan return rate pada pendanaan berjangka waktu 2 bulan sebesar 20% p.a. dan 21% p.a. untuk tenor 3 bulan. Return rate ini juga bisa mencapai 22% dengan kupon tambahan interest 1% yang bisa didapatkan dengan cara mengajak teman untuk pendanaan di Asetku.

Guna membentuk kenyamanan bagi para pengguna dan meningkatkan jumlah transaksi pendanaan, user experience (UX) dan user interfance (UI) terus dikembangkan dengan versi terbaru pada aplikasi di Android ataupun iOS. Andriansyah pun menambahkan, aplikasi P2P Asetku ini sangat user friendly, sehingga dapat mudah diakses bahkan untuk pemula.

Sukses Salurkan 4 Triliun dalam 2 Tahun

Asetku telah berhasil menyalurkan dana sebesar 4.2 Trilliun sejak berdiri hingga awal November 2019. Penyaluran dana kepada lebih dari 2 juta peminjam yang telah terseleksi ini tercapai melalui kerja sama dengan marketplace seperti Akulaku dan Bukalapak.

“Kami melihat perkembangan penyaluran dana tiap bulan dari pemberi pinjaman Asetku kepada peminjam cukup memuaskan. Akhir tahun 2018, dana yang tersalurkan di bulan Desember sekitar 65 milliar, pada April 2019 sekitar 185 milliar, Agustus 2019 sekitar 700 milliar hingga Oktober 2019 mencapai 850 milliar,” ujar Andrisyah.

Perkembangan penyaluran dana ini menandakan peningkatan banyaknya masyarakat yang mengenal hingga melakukan transaksi pendanaan di Asetku. Jika melihat total pendanaan hingga bulan ini, Asetku optimis bisa menyalurkan total akumulasi dana sebesar 5 triliun di akhir Q4 ini.

“Kerja sama dengan marketplace menjadi pintu kami untuk menyeleksi kualitas peminjam yang membutuhkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan. Karena minat pemberi pinjaman kami cukup tinggi, kami sangat terbuka menjalin kerja sama untuk mendapatkan rekomendasi calon peminjam," tambahnya.

Ramaikan Indonesia Fintech Show 2019 dengan Wawasan Fintech P2P Lending

Bersama OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Asetku turut aktif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Indonesia dengan sosialisasi industri fintech P2P di berbagai daerah di Indonesia. Keaktifannya ini tercermin pada partisipasinya di Indonesia Fintech Show 2019 yang berlangsung di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. 

Selain menawarkan promo dan merchandise menarik, pengunjung dapat menggali produk barunya serta wawasan seputar fintech P2P lending khususnya Asetku. Direktur Asetku Andrisyah Tauladan juga turut aktif sebagai panelis di Panel Discussion: The Potential of Collaboration Peer-to-Peer Lending with Bank & E-Commerce.

“Kami melihat adanya peluang bisnis pada jumlah peminjam individu terutama untuk cash loan. Karenanya, bisnis model kami bekerja sama dengan berbagai marketplace sebagai sumber peminjam. Kolaborasi antara bank dan e-commerce dengan fintech P2P lending memang diperlukan untuk perkembangan bisnis," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com