Gandeng LPJK, Dulux Dorong Kompetensi Pekerja Jasa Konstruksi

Gandeng LPJK, Dulux Dorong Kompetensi Pekerja Jasa Konstruksi
Penandatanganan nota kesepahaman Dulux dan LPJK untuk menambah standar keahlian jasa konstruksi khususnya Mitra Dulux. Tampak President Director, PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Indra Laban (kanan) dan Ketua LPJK Nasional Ruslan Rivai di di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (8/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 8 November 2019 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - AkzoNobel, perusahaan cat global dengan merk Dulux menggandeng Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional untuk meningkatkan kompetensi pekerja jasa kontruksi, khususnya mitra Dulux.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara President Director, PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Indra Laban, dan Ketua LPJK Nasional Ruslan Rivai, di sela pameran Konstruksi Indonesia 2019 di JlExpo Kemayoran Jakarta, Jumat (8/11/2019).

"Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar keahlian, pengetahuan dan ekonomi sumber daya manusia (SDM) khususnya Mitra Dulux. Hal tersebut merupakan wujud komitmen AkzoNobel untuk meningkatkan kompetensi pekerja jasa konstruksi Indonesia," kata Indra Laban.

Indra Laban menyampaikan, kompetensi pekerja jasa konstruksi yang memiliki daya saing tinggi akan berbanding lurus dengan besaran upah yang diterima. "Upah pekerja konstruksi mengacu stander yang sudah ditetapkan berdasarkan sertifikasi. Dampak lebih lanjut mampu menekan angka pengangguran di Indonesia," kata Indra Laban.

Indra Laban mengungkapkan, peningkatan kompetensi pekerja jasa kontruksi juga sejalan dengan bertambahnya kebutuhan pekerja di tengah rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur.

Dalam dokumen MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat bersinergi meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi dengan memberikan Sertifikat Kompetensi Kerja bidang jasa konstruksi kepada Mitra Dulux yang mengikuti program Dulux Paitners Academy dan berlaku di 33 provinsi seluruh Indonesia. Sertifikasi ini dapat digunakan untuk bekerja secara profesional baik nasional maupun global.

Ruslan Rivai mengungkapkan, kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang kompeten serta bersertifikat sesuai UU No 2/1967 tentang Jasa Konstruksi mengatur bahwa setiap pekerja konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.

Dia mengatakan, LPJK Nasional mendukung kesepakatan dengan AkzoNobel sebagai upaya untuk menciptakan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dengan memberikan sertifikat kompetensi kerja bidang jasa konstruksi kepada Mitra Dulux. "Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menggenjot infrastruktur yang membutuhkan banyak tenaga kerja ahli dan diutamakan yang bersertifikat,” kata Ruslan Rivai.

AkzoNobel memiliki tiga pendekatan yang diimplementasikan kepada Mitra Dulux dalam program berkelanjutan bagi peningkatan SDM, yakni ‘Heart' kepedulian yang dilakukan dengan berbagai komunikasi secara professional, ‘Mind' -upaya peningkatan kualitas dari keahlian dan pengetahuan bagi Milra Dulux, dan ‘Pocket' -sebagai reward berkelanjutan bagi Mitra Dulux atas kontribusinya.

Sejak tahun 2011, DPA telah mengadakan 77 kelas pelatihan yang diikuti 2.164 tenaga pengecat slap kerja dari kota-kota besar di lndonesia. Selain itu pada tahun 2017, DPA juga telah menjadi Lembaga pertama yang mendapatkan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di unit kompetensi tukang cat bangunan gedung.



Sumber: BeritaSatu.com