Minyak Naik karena Trump Tak Setuju Penurunan Tarif

Minyak Naik karena Trump Tak Setuju Penurunan Tarif
Ilustrasi minyak. ( Foto: Istimewa )
/ WBP Sabtu, 9 November 2019 | 10:41 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (9/11/2019), setelah jatuh lebih dari satu persen menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa ia belum setuju menurunkan tarif barang impor Tiongkok.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik US$ 0,22 menjadi US$ 62,51 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik US$ 0,09 menjadi US$ 57,24 per barel.

Brent membukukan kenaikan mingguan 1,3 persen, sementara WTI naik 1,9 persen.

"Mengingat ketidakstabilan perdagangan AS-Tiongkok, sulit untuk menjual guna mengambil keuntungan selama akhir pekan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.

Perang dagang yang telah berlangsung selama 16 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia telah memperlambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia dan mendorong para analis menurunkan perkiraan permintaan minyak, meningkatkan kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan dapat berkembang pada 2020.

Harga minyak turun pada Jumat pagi (8/11/2019) setelah Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia belum setuju untuk menurunkan tarif pada barang impor dari Tiongkok, tetapi Beijing ingin melakukannya.

Komentar itu muncul setelah para pejabat dari kedua negara pada Kamis (7/11/2019) mengatakan Tiongkok dan Amerika Serikat telah sepakat untuk menurunkan tarif barang satu sama lain dalam kesepakatan perdagangan fase satu.

Namun, rencana tersebut menghadapi perlawanan internal keras di pemerintahan AS. Pejabat AS telah mengisyaratkan pandangan yang bertentangan.

Harga minyak juga berada di bawah tekanan sejak Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan minggu ini bahwa ia lebih optimistis tentang prospek untuk 2020.

Kesepakatan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, seperti Rusia, akan membatasi pasokan hingga Maret tahun depan. Para produsen akan bertemu 5-6 Desember di Wina untuk meninjau kebijakan itu.

Sementara data bea cukai menunjukkan bahwa impor minyak mentah Tiongkok pada Oktober naik 11,5 persen dari setahun sebelumnya ke rekor tertinggi.

Stok minyak mentah AS naik tajam pekan lalu karena kilang memangkas produksi dan ekspor turun, Badan
Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (6/11/2019).

 



Sumber: Reuters, Antara