Nurdin Halid: Dekopin adalah Wadah Perjuangan

Nurdin Halid: Dekopin adalah Wadah Perjuangan
Ketum Dekopin Nurdin Halid (kiri), Menkop dan UKM Teten Masduki, Wagub Sulsel Sudirman Sulaiman pada Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin di Hotel Claro, Makassar, Senin (11/11/2019) tengah malam. ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Selasa, 12 November 2019 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid menegaskan, Dekopin adalah wadah perjuangan dan kebersamaan dalam mewujutkan keadilan dan kemakmuran sosial melalui koperasi.

Lebih dari itu, Dekopin adalah wadah tunggal yang mengawal roh koperasi Indonesia. Karena itu, gerakan koperasi siap melawan setiap upaya memecah belah koperasi di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu ditegaskan oleh Nurdin Halid dalam pidato Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin di Hotel Claro, Makassar, Senin (11/11) tengah malam sebagai dalam siaran persnya.

Acara pembukaan Munas dihadiri sekitar 1.000 orang dari semua unsur gerakan seperti Pimpinan Paripurna Dekopin, Dekopinwil, Dekopinda, Induk-induk, dan peninjau. Tampak pula Jimly Asshiddiqie dan Fadel Muhammad, dua tokoh nasional yang siap maju dalam persaingan merebut kursi Ketua Umum Dekopin 2019-2024.

Nurdin mengapresiasi komitmen Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki yang berusaha keras hadir di Makassar untuk membuka secara resmi Munas Dekopin.

“Pak Teten ini memang murni orang gerakan yang enerjik. Tokoh dan pejuang gerakan anti korupsi yang terus melekat hingga hari ini. Beliau harus menghadiri rapat ekonomi terbatas dengan Presiden hingga sore tadi, langsung ke bandara dan tiba di tengah-tengah kita di malam yang larut ini,” ujar Nurdin.

Meski berlangsung hingga Selasa dini hari, antusiasme peserta Munas tidak surut. “Saya sempat tanya Pak Nurdin, apakah mungkin Munas dibuka tengah malam. Dan saya menjadi yakin dengan jawaban Pak Nurdin bahwa sebagai orang gerakan semangat orang-orang koperasi tak akan pernah padam kapan dan di mana pun. Saya salam hangat dari Pak Jokowi untuk bapak ibu semua yang hadir di Munas ini,” kata Teten yang disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Wadah Tunggal

Nurdin menjelaskan, koperasi adalah jati diri bangsa Indonesia karena dalam koperasi ada nilai-nilai khas Indonesia seperti kebersamaan, semangat kekeluargaan dan kegotong-royongan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Para pendiri bangsa, khususnya para perumus Pasal 33 UUD 1945 yang dipimpin Bung Hatta, meletakkan koperasi pada Ayat (1) Konstitusi Indonesia, UUD 1945.

“Berkoperasi adalah cara terbaik yang dipilih oleh para  Bapak Bangsa untuk membangun ekonomi negara ini,” tegas Nurdin Halid. Secara hukum, Dekopin sebagai wadah tunggal gerakan koperasi sudah tercantum dalam UU Koperasi Tahun 1967 dan Tahun 1992 yang berlaku hingga saat ini.

Nurdin bercerita, pada Juli 1947 atau dua tahun setelah Indonesia Merdeka, dalam suasana Perang Kemerdekaan, Bung Hatta menghadiri Kongres Koperasi I di Tasikmalaya.

Dalam banyak keterbatasan di era Indonesia baru berusia dua tahun dan suasana perang, gerakan koperasi dari seluruh Indonesia berkumpul di Tasikmalaya. Dan, salah satu keputusan penting bernilai sejarah ialah lahirnya Dekopin sebagai wadah tunggal gerakan ekonomi rakyat.

“Oleh karena itu, jika ada oknum yang benar-benar mencintai koperasi di negeri ini mempunyai pemikiran, sikap, dan tindakan yang ingin menggugat keberadaan Dekopin berarti menggugat sejarah dan visi besar para pejuang koperasi, termasuk Bung Hatta. Dan jika itu terjadi, maka segenap gerakan koperasi akan bangkit melawan mereka,” tegas Nurdin Halid yang disambut aplaus dari sekitar 1.000 yang hadir dalam acara Pembukaan Munas.

Dalam beberapa kesempatan, Nurdin kerap menyatakan sikapnya tentang wadah tunggal Dekopin. Sama seperti ICA sebagai wadah tunggal gerakan koperasi dunia yang menjadi pengawal nilai dan prinsip yang menjadi identitas koperasi. Hubungan ICA dan Dekopin bisa juga digambarkan seperti hubungan FIFA dan PSSI.

“Seluruh federasi sepakbola di dunia, termasuk PSSI, harus tegak lurus dengan nilai, visi, dan misi sepakbola dunia yang dikawal oleh FIFA. Sekali PSSI melabrak nilai dan prinsip FIFA, PSSI langsung diberi sanksi,” ujar Nurdin.

 



Sumber: Suara Pembaruan