Kehub Targetkan Turunkan Biaya Logistik Jadi 19% dari PDB

Kehub Targetkan Turunkan Biaya Logistik Jadi 19% dari PDB
Budi Karya Sumadi. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / MPA Rabu, 13 November 2019 | 18:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan rasio biaya logistik menjadi 19% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2024. Angka persentase tersebut menurun dibandingkan biaya logistik saat ini yang masih berkisar 24% terhadap PDB.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah menetapkan sejumlah sasaran yang menjadi tujuan program kerja periode 2020-2024. Beberapa di antaranya adalah penurunan biaya logistik menjadi 19% terhadap PDB pada 2024, kenaikan Logistics Performance Index (LPI) dari 3,08% menjadi 3,15%, serta penurunan dwelling time dari 5 hari menjadi kurang dari 3 hari.

Dari sisi Kementerian Perhubungan (Kemhub), lanjut Budi Karya, pihaknya menyiapkan sejumlah program kerja guna mencapai penurunan biaya logistik, peningkatan LPI, hingga penurunan dwelling time.

"Pada logistik, Kemhub akan fokus terhadap penurunan biaya logistik menjadi 19% terhadap PDB melalui penguatan tol laut, pelayanan keperintisan, dan penerapan PSO (public service obligation)," ujar Budi Karya dalam rapat kerja Komisi 5 DPR dan Kemhub di Jakarta, Rabu (13/11).

Selain itu, ujar Budi, pemerintah bakal mengembangkan tujuh pelabuhan sebagai hub Internasional dan jembatan udara guna dapat menekan biaya logistik. Adapun ketujuh pelabuhan yang dimaksud, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Kuala Tanjung, Kijing, Bitung, Tanjung Perak, Makassar, dan Sorong.

"Pembangunan 7 pelabuhan hub internasional dan jembatan udara akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas pada daerah terdepan, terluar, dan terdalam serta untuk mendukung pemerataan pembangunan yang akhirnya akan mengurangi kesenjangan," imbuh Budi Karya.

Lebih jauh, Budi Karya menyampaikan, Kemhub berencana membangun 9 bandara baru serta menciptakan 5 simpul transportasi yang terhubung dengan moda transportasi kereta api untuk menekan biaya logistik. Adapun pada 2015-2019, Kemenhub merealisasikan pembangunan 15 bandara baru.

Budi Karya menekankan, Kemenhub akan berperan aktif dan mewujudkan tujuan pembangunan nasional 2020-2024 melalui reformasi peraturan dan birokrasi serta memfasilitasi upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan outcome dan dampak yang nyata.

"Kemhub juga akan mendorong aktif kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) dan investasi swasta untuk mempercepat penetrasi pembangunan infrastruktur transportasi," ungkap Budi Karya.



Sumber: BeritaSatu.com