Proyek PLTG Akan Dibangun di Bali

Proyek PLTG Akan Dibangun di Bali
Moeldoko. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 14 November 2019 | 21:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) akan dibangun di Desa Celukan Bawang, Buleleng, Bali. PT PLTG Celukan Bawang telah melakukan penandatangan kerja sama investasi dan engineering, procurement and construction contractor dengan Shanghai Electric Group Corp (SEC).

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) PT PTLG Celukan Bawang, Hendrianto dengan Presiden Direktur SEC Yi Xiaorong di hadapan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

“Tadi MoU antara PT PLTG Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group Corp. Nilai investasinya sekitar US$ 1,3 miliar di Bali. Ini untuk mengantisipasi kebutuhan Bali di bidang electric city yang semakin meningkat ke depan,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, Gubernur Bali I Wayan Koster baru mengeluarkan peraturan gubernur agar Bali bersih dari polusi. “Nah ini (kerja sama) salah satu solusinya, makanya pakai PLTG. Baru mau akan dibangun,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menyebutkan Shanghai Electric nanti yang bangun PLTG Celukan Bawang. Begitu selesai yang mengoperasikannya, regulasi aturannya PLN. Presiden Jokowi (Joko Widodo) menginginkan investasi. Nah ini investasi yang lumayan,” ucap Moeldoko.

Sebelumnya, Dirut PT PTLG Celukan Bawang, Hendrianto menjelaskan, proyek PLTG dibangun pada semester I tahun 2020 mendatang. Proyek ini akan selesai tiga tahun kemudian. Setelah jadi, Pulau Dewata akan mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 350 MW x 2.

“Harapan kami, masyarakat Bali tidak akan pernah lagi khawatir listrik mereka mati tiba-tiba. Otomatis, sektor pariwisata bali juga akan bisa terus berkembang pesat,” kata Hendrianto.

Menurut Hendrianto, Bali akan mengukuhkan status sebagai kawasan yang mandiri untuk urusan kelistrikan. Bali tidak perlu lagi bergantung pasokan listrik dari luar pulau.

Hendrianto menjelaskan, teknologi PLTG nantinya juga terbilang mumpuni yang disebut combined cycle gas turbine plant. Artinya, panas dari gas buang PLTG digunakan untuk menghasilkan uap, sehingga angka pasokan listrik sebesar 350 MW x 2 dapat diupgrade menjadi 440 MW x 2.

“Pembangunan proyek ini juga akan sangat menyerap banyak tenaga kerja, PT PLTG berkomitmen akan lebih memprioitaskan tenga kerja lokal,” ujar Hendrianto.



Sumber: Suara Pembaruan