Belajar dari Falsafah Hidup TP Rachmat
Logo BeritaSatu

Belajar dari Falsafah Hidup TP Rachmat

Kamis, 14 November 2019 | 22:47 WIB
Oleh : HA

Jakarta, Beritasatu.com - Setiap manusia diberi begitu banyak anugerah oleh Tuhan. Perjalanan hidup kita sepenuhnya dan seluruhnya adalah berkat Tuhan. Suka dan duka, kegagalan dan keberhasilan, juga sehat dan sakit, kaya dan miskin. Sepenuhnya dan seluruhnya adalah berkat Tuhan.

Demikian dikemukakan Pendiri kelompok bisnis Triputra Group, Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat dalam pidatonya saat menerima Lifetime Achievement Award Ernst & Young, 2019, Rabu malam (13/11/2019).

Menurut dia, menjadi sebuah keniscayaan bagi manusia untuk sebisa mungkin membagikan berkat dari Tuhan kepada keluarga, perusahaan, masyarakat, terlebih bangsa Indonesia, yang telah memberikan begitu banyak kesempatan warganya.

“Sebuah ayat dalam Kitab Suci yang saya yakini, menyatakan demikian: ‘To whom much is given, much is required.’ ‘Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut,” jelas TP Rachmat.

Sebagai wujud terima kasih yang tulus dan dalam atas penghargaan yang dia terima, TP Rachmat kemudian menyampaikan tiga hal sederhana.

“Tiga hal yang besar peranannya dalam kehidupan saya, dan mendorong saya untuk terus berbagi dan berkarya bagi Indonesia,” katanya.

Yang pertama, ungkap TP Rachmat, adalah belajar dari kesalahan dan kegagalan. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman hidup membuat dirinya sampai pada kesimpulan, bahwa justru berbagai kesalahan dan kegagalan dalam hiduplah, yang paling berharga dan menjadi pendorong kita untuk terus berupaya menjadi visi yang lebih baik bagi kita.

“Mempelajari kenapa kita salah ambil keputusan atau kenapa kita gagal, membuat kita tidak terbawa pada kesalahan dan kegagalan yang sama. Sebaliknya, merayakan keberhasilan atau kemenangan terlalu lama, hanya akan menumpuk rasa bangga dan puas diri, yang membuat kita terlena,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut dia, adalah pola pikir atau mindset. Menurut TP Rachmat, pola pikir mempengaruhi dan melandasi perilaku manusia. Pola pikir membedakan manusia dari ciptaan Tuhan yang lain. Pola pikir adalah pilihan bebas manusia, namun pola pikir yang keliru dapat membelenggu manusia.

“Membawa manusia pada sikap dan perilaku negatif. Ada fixed mindset, ada growth mindset. Fixed mindset menempatkan manusia pada posisi pasif, bergantung pada nasib dan keberuntungan. Growth mindset, membawa manusia pada posisi yang lebih aktif, optimis, dan keyakinan bahwa daya upaya akan lebih menentukan daripada nasib atau keberuntungan semata. Fixed mindset memenjarakan, growth mindset membebaskan,” ucapnya.

Yang ketiga, tandas TP Rachmat, adalah nilai-nilai atau values.

“’Kita harus berubah seiring perubahan waktu, tetapi kita harus berpegang tgeuh pada nilai-nilai yang tidak pernah berubah.’ “Kata-kata bijak dari sahabat saya, almarhum Benny Subianto itu saya yakini benar. Kita harus terus berubah dan beradaptasi sejalan dengan waktu, namun kita juga harus berpegang teguh pada nilai-nilai luhur. Meluncur terus ke depan, tetapi dengan kaki yang kokoh berpijak pada prinsip-prinsip kehidupan,” katanya.

Lebih lanjut TP Rachmat mengatakan bahwa integritas, etika, kebaikan, kesabaran, dan kerendahan hati adalah nilai luhur itu yang ia pegang teguh sepanjang hidupnya. Di antara keempat nilai inti itu, ia mengaku, yang terakhir sungguh tidak mudah untuk dipraktikkan. Kerendahan hati berakar dari kesadaran bahwa selayaknya manusia menempatkan kepentingan yang lebih mulia di atas kepentingan pribadi.

“Semakin pandai, kaya, dan kuat, semakin besar godaan untuk tidak bersikap humble. Godaan yang apabila tidak kita kendalikan, akan membawa kita pada kondisi stagnan, serakah, dan merasa diri sebagai pusat dunia,” ujarnya.

Kerendahan hati, sambung dia, membangun keberanian untuk menerima masukan yang jujur. Kerendahan hati mendorong terjadinya proses perbaikan diri yang konstan. Kerendahan hati membuat kita menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan kita pribadi. TP Rachmat menegaskan bahwa kerendahan hati membangun keikhlasan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kerendahan hati tidak berpamrih, tidak mencari panggung dan kehormatan diri. Kerendahan hati membangun diri kita menjadi orang yang toleran terhadap perbedaan dan keberagaman

Kembali ke “siapa diberi banyak akan dituntut banyak”, TP Rachmat yakin semua sepakat bahwa manusia banyak mendapatkan anugerah dari Tuhan. Ia pun mengingatkan diri sendiri dan semua orang, untuk lebih mudah bersyukur dan terus berupaya berbagi bagi sesama, dalam bentuk dan skala apa pun.

“Setiap kita punya panggilan dan tanggung jawab moral yang sama untuk berbagi, menolong orang lain. Terlebih sebagai anak bangsa, yang lahir dan berkarya di Indonesia. Patut kiranya kita juga ambil bagian dalam upaya besar mewujudkan Indonesia yang raya. Indonesia yang lebih sejahtera, bermartabat, dan bersatu meski berbeda,” katanya.

Di akhir pidatonya, TP Rachmat mengajak para talenta muda Indonesia untuk terus membangun diri, tidak cepat puas, dan selalu ingat untuk menjadi bagian yang aktif dalam memecahkan masalah bangsa, serta terus berkarya membangun negeri. Sementara untuk para senior TP Rachmat mengajak untuk terus menjadi panutan dan memberikan kepercayaan serta kesmepatan seluas-luasnya kepada generasi baru untuk lebih berperan dalam menyongsong masa depan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Vasanta Gandeng Hippindo Kembangkan Destinasi Belanja

Pembangunan Hippindo City sebagai destinasi wisata belanja baru di Koridor Timur Jakarta ditargetkan selesai pada tahun 2020.

EKONOMI | 14 November 2019

Insentif dan Subsidi Biaya, Cara Pengembang Pikat Calon Konsumen

Rancamaya Golf menyiapkan insentif dan subsidi biaya untuk pengunjung IPEX 2019.

EKONOMI | 14 November 2019

Proyek PLTG Akan Dibangun di Bali

Proyek PLTG dibangun pada semester I tahun 2020, akan selesai tiga tahun kemudian. Setelah jadi, Pulau Dewata akan mendapat tambahan pasokan listrik 350 MW x 2.

EKONOMI | 14 November 2019

Inklusi Keuangan di Indonesia Terus Bertumbuh

Diproyeksikan sekitar 38 juta orang dewasa telah menjadi pemilik akun baru.

EKONOMI | 14 November 2019

Modalku Cairkan Total Pinjaman Rp 10 Triliun ke UMKM

Modalku juga terus memperluas jangkauan UMKM yang bisa mendapatkan pinjaman.

EKONOMI | 14 November 2019

Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Niaga Nikel

Tata niaga yang dimaksud mengenai transaksi nikel antara penambang dan smelter.

EKONOMI | 14 November 2019

Delapan Investor Tertarik Suntik Jiwasraya Putra

Kementerian BUMN menegaskan akan berupaya menyehatkan kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui anak usahanya yaitu PT Jiwasraya Putra.

EKONOMI | 14 November 2019

Kuartal III, Bank BTN Cetak Laba Bersih Rp 801 Miliar

Secara rasio, CKPN BTN naik ke level 52,67% pada September 2019 dari 38,58% di bulan yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 14 November 2019

Semangat Pemerintah Wujudkan Rumah Layak Huni Berkualitas

Pemerintah kini mendorong kelancaran penyaluran bantuan pembiayaan perumahan agar terwujudnya rumah layak huni yang berkualitas.

NASIONAL | 14 November 2019

Bank Muamalat Luncurkan Aplikasi DIN

Akuisisi nasabah baru akan meningkat dan pemasukan dari fee based income semakin bertambah.

EKONOMI | 14 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS