Emas Meguat Dipicu Keraguan Kesepakatan Perdagangan

Emas Meguat Dipicu Keraguan Kesepakatan Perdagangan
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
/ WBP Jumat, 15 November 2019 | 08:33 WIB

New York, Beritasatu.com  - Harga emas naik pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (15/11/2019), karena investor tetap ragu soal kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok. Sementara tergelincirnya aset-aset berisiko dan pelemahan dolar AS lebih lanjut mendukung kenaikan harga logam mulia.

Emas berjangka paling aktif pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat US$ 10,10 atau 0,69 persen, menjadi US$ 1.473,40 per ounce.

"Ada beberapa kekhawatiran tentang perjanjian 'fase satu' karena tampaknya ada beberapa poin penting dalam produk pertanian. Akibatnya, kami melihat gelombang pembelian baru (dalam emas)," kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David.

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan Amerika Serikat dan Tiongkok tidak mungkin mencapai gencatan senjata permanen selama tahun mendatang.

Adapun dolar sedikit melemah terhadap mata uang utama.

Pertumbuhan output pabrik China melambat lebih dari yang diharapkan pada Oktober, dan ekonomi Jepang hampir terhenti di kuartal ketiga sebagai akibat perang dagang dan pelemahan permintaan global. Sementara Jerman sedikit menghindari tergelincir ke dalam resesi di kuartal ketiga.

Sementara Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (13/11/2019) mengatakan bahwa dampak dari tiga penurunan suku bunga tahun ini masih akan sepenuhnya terasa dan tidak ada pemotongan lebih lanjut kecuali ada perubahan "material" dalam prospek ekonomi.

Sementara paladium naik 1,6 persen menjadi US$ 1.736,69 per ounce, perak naik 0,6 persen menjadi US$ 17,05 per ounce, sedangkan platinum naik 0,9 persen menjadi US$ 881,34 per ounce.



Sumber: Reuters, Antara