Minyak Turun di Tengah Kenaikan Stok AS

Minyak Turun di Tengah Kenaikan Stok AS
Ilustrasi produksi minyak (Foto: Istimewa)
/ WBP Jumat, 15 November 2019 | 09:15 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (15/11/2019), karena minyak mentah berjangka AS tertekan peningkatan persediaan domestik dan rekor produksi. Sementara perkiraan OPEC surplus minyak yang lebih rendah dari perkiraan menahan Brent dari penurunan lebih jauh.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun tipis US$ 0,09 menjadi US$ 62,28 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun US$ 0,35 menjadi US$ 56,77 per barel.

Stok minyak mentah AS meningkat pekan lalu sebesar 2,2 juta barel, dibandingkan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,649 juta barel, karena produksi mencapai rekor tertinggi, kata Badan Informasi Energi (EIA).

Produksi minyak mentah naik 200.000 barel per hari (bph) ke rekor mingguan 12,8 juta barel per hari, EIA mengatakan dalam laporan mingguannya yang tertunda sehari oleh hari libur Hari Veteran AS. “Kami mungkin terlalu banyak memproduksi dan membiarkannya tetap berada di tangki penyimpanan,” kata Ryan Kaup, pialang komoditas di CHS Hedging.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pada Rabu (13/11/2019) bahwa kemungkinan akan ada revisi pasokan untuk 2020, terutama dari serpih AS.

Barkindo mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pengurangan produksi lebih lanjut diperlukan.

Penurunan permintaan dapat menekan kelompok eksportir dan mitra seperti Rusia untuk mempertahankan pembatasan pasokan pada pertemuan 5-6 Desember.



Sumber: Xinhua, Antara