Kalbe Dorong Pemerintah Keluarkan Aturan Operasional untuk Gairahkan Riset

Kalbe Dorong Pemerintah Keluarkan Aturan Operasional untuk Gairahkan Riset
Ilustrasi Kalbe Farma ( Foto: Istimewa )
/ YUD Jumat, 15 November 2019 | 11:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan Tempo Institute mengadakan diskusi terfokus dan menerbitkan policy brief yang bertopik Menanti Insentif Riset untuk Industri, Kamis (14/11/2019). Kebijakan ringkas ini bertujuan untuk mendorong Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk segera menelurkan aturan operasional terkait Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019.

Perlu diketahui bahwa PP no 45 2019 merupakan Perubahan terhadap PP no 94 tahun 2010 mengenai Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. PP yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo tersebut merupakan adalah stimulan bagi industri untuk menggiatkan kegiatan riset melalui pengurangan pajak hingga 300 persen.

Pemerintah diharapkan dapat segera mengeluarkan aturan operasional sehingga dapat mendorong inovasi-inovasi lewat riset industri yang pada akhirnya memberikan manfaat terhadap masyarakat. 

Hadir dalam diskusi terfokus ini antara lain, perwakilan dari Menko Ekonomi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, GP Garmasi serta perwakilan dunia usaha.

“Kalbe selalu berkomitmen untuk mengembangkan penelitian di Indonesia sehingga diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kebijakan pengurangan pajak bagi kegiatan penelitian ini memberikan dorongan positif bagi iklim penelitian di Indonesia, khususnya bagi Industri," kata Pre Agusta, Direktur Hubungan Eksternal PT Kalbe Farma Tbk melalui keterangan, Jumat (15/11/2019).

Pre Agusta juga menambahkan, dalam diskusi kali ini Kalbe berkolaborasi dengan Tempo Institute, karena Tempo Institute merupakan bagian dari Tempo Media Group yang juga memiliki inisiatif dalam bidang penelitian dan pengembangan. Seperti diketahui Kalbe telah menjalin kerjasama dengan Tempo dalam program Ristekdikti Kalbe Science Award (RKSA) yakni program penghargaan kepada peneliti-peneliti terbaik di Indonesia sejak 2010 sampai 2016 dan kerja sama program Kalbe Junior Scientist Award untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap dunia sains sejak 2011 sampai 2019.

Diskusi yang dipandu oleh Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin ini menghasilkan beberapa poin utama dalam Policy Brief antara lain, membuka peluang bagi semua industri yang melakukan riset dan pengembangan untuk memperoleh insentif. Kemudian insentif penelitian meliputi biaya modal dan biaya operasional hingga bagaimana mekanisme penilaian hingga pengajuan klaim secara sederhana, serta kriteria dan gradasi nilai insentif harus jelas sejak awal.

Dengan kondisi yang demikian, PP 45/2019 merupakan sebuah terobosan penting sebagai motor baru yang diharapkan dapat menggerakkan riset komersial di dalam negeri, demi pengembangan industri dan perekonomian nasional pada umumnya.

Selanjutnya, mengingat kebijakan baru ini belum mengatur hal-hal teknis, keberhasilan mendorong kegiatan riset dan pengembangan yang bisa melahirkan inovasi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah, khususnya Kementerian Perekonomian, merumuskan aturan pelaksanaan yang jelas, adil, transparan, dan memudahkan industri untuk terlibat.



Sumber: BeritaSatu.com