Puskepi: Pertamina Sebaiknya Dipimpin Orang Dalam

Puskepi: Pertamina Sebaiknya Dipimpin Orang Dalam
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Rangga Prakoso / FMB Jumat, 15 November 2019 | 16:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menilai posisi Direktur Utama PT Pertamina (persero) sebaiknya diemban oleh pegawai karir perusahaan plat merah tersebut. Tercatat posisi dirut semenjak Karen Agustiawan selalu diisi oleh kalangan nonkarir alias dari luar Pertamina. Rumor pergantian dirut Pertamina seiring dengan kedatangan Basuki Tjahaja Purnama ke kantor Kementerian BUMN. Namun, belakangan terhembus kabar Ahok bakal menduduki posisi Komisaris Utama Pertamina.

"Selama ini sudah empat kali berturut turut kursi dirut Pertamina diduduki oleh orang nonkarir dan ternyata hasilnya pun biasa-biasa saja. Apakah pemerintah yang berkuasa tak percaya dengan kemampuan orang karir Pertamina sehingga tidak mau menempatkan mereka menduduki kursi dirut Pertamina?" kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Erick Thohir Beberkan Alasan Ajak Ahok Gabung ke BUMN

Sofyano menuturkan dimasa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono pun hanya satu orang karier Pertamina yang dipercaya sebagai Dirut yakni Ari Soemarno. Ari merupakan pejabat karir menggantikan posisi Widya Purnama yang berasal dari kalangan nonkarir Pertamina. Ari kemudian diganti dengan Karen Agustiawan yang juga bukan kalangan karir Pertamina. Sementara di masa Pemerintahan Jokowi kursi dirut Pertamina diduduki oleh orang luar Pertamina yaitu Dwi Soetjipto, Elia Massa Manik dan Nicke Widyawati.

"Apakah kali ini jika Nicke Widyawati dicopot dari kursi dirut Pertamina maka kursi nomor 1 Pertamina tak akan diduduki lagi oleh orang karir Pertamina? Mengapa?" tuturnya.

Status Hukum Bukan Ganjalan BTP Jadi Bos BUMN

Menurutnya orang dalam Pertamina harus diberi kesempatan untuk memimpin, bukan terus menempatkan kalangan nonkarir di Pertamina. Bila orang luar lagi nanti yang terpilih sebagai dirut maka itu dapat diartikan pemerintah kurang yakin dengan kemampuan orang karier Pertamina.

"Yang akan menjadi pertanyaan, apakah selama ini dirut Pertamina dan atau menteri BUMN tidak berhasil membina orang karir Pertamina sehingga mereka tidak dipercaya dan tidak pantas mendapat kesempatan memimpin Pertamina. Jadi sesungguhnya siapa yang tidak mampu dalam hal ini," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com