HCML Ajak Mahasiswa Unair Geluti Sektor Migas

HCML Ajak Mahasiswa Unair Geluti Sektor Migas
General Affairs HCML, Wisnu Prasedyoko, pada kuliah tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unair Surabaya, Kamis (14/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Jumat, 15 November 2019 | 22:03 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Perusahaan minyak gas (Migas), Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) berbagi informasi seputar industri hulu migas kepada mahasiswa di Kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga: HCML Pasok Kebutuhan Gas Industri

General Affairs HCML, Wisnu Prasedyoko, mengatakan, saat ini HCML merupakan 3 besar penyumbang produksi gas di Jatim dengan produksi gas sekitar 101 Million Metric Standard Cubic Feet of Day (MMSCFD).

"Dengan penguasaan pasar atau market market share 18 persen, HCML menduduki peringkat ketiga. Sedangkan yang pertama masih dipegang Kangen Energy Indonesia (KEI) sebesar 27 persen dan posisi kedua ditempati PHE WMO sebesar 22 persen," kata Wisnu saat memberikan kuliah tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unair Surabaya, Kamis (14/11/2019).

Menurut Wisnu, Jatim merupakan surga gas alam. Bahkan, masyarakat umum di lima kota dan kabupaten di Jatim sudah merasakan nikmat dan murahnya gas alam di dapur rumah masing-masing. Salah satunya adalah warga Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo yang baru menikmati Jaringan Gas (Jargas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan gasnya diproduksi oleh HCML. HCML sendiri beroperasi di Madura yakni Sampang (Pulau Mandangin) dan Sumenep serta di Pasuruan.

"Sekarang ini tidak hanya industri dan restoran saja yang bisa menikmati gas bersih dan murah. Kalangan ibu rumah tangga jug aikut menikmati. Semakin dibutuhkannya energi murah, maka kebutuhan akan sumber gas alam pun meningkat, artinya dibutuhkan banyak ekploitasi gas alam untuk memenuhinya," terang Wisnu.

Baca Juga: HCML Dukung Program Jargas Kota di Jatim

Lebih lanjut, Wisnu menjelaskan, bisnis ekplorasi dan ekploitasi gas adalah bisnis yang padat modal dan alat yang dibutuhkan cukup mahal serta pencarian sumber gas alam juga tidaklah mudah, butuh proses yang panjang dan sarat dengan teknologi tinggi dan geologi mumpuni.

Untuk tahap awal, diperlukan uji seismik untuk melihat potensi gas didalam perut bumi yang diprediksi memiliki sumber daya gas alam. Setelah proses uji seismik, baru akan dilakukan ekplorasi untuk melihat lebih riil potensi gas baik di bawah tanah (Onshore) maupun yang ada dibawah permukaan laut lepas (offshore).

Setelah ekplorasi menghasilkan potensi gas yang ekonomis, maka perusahaan akan mencari pembeli gasnya dulu, sebab gas tak bisa distok dalam sebuah wadah penampung seperti halnya minyak mentah.

"Jadi kami harus menemukan pembeli dan jaringan pipanya dulu baru kami bisa melakukan Eksploitasi atau produksi gas alam itu sendiri. Semua proses ini membutuhkan waktu, modal dan skill yang sangat detail," beber Wisnu.

Wisnu menambahkan, setiap tahun sektor industri hulu Migas membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Tak hanya SDM dibidang teknik melainkan juga non teknik. Sebab urusan non teknik lainnya seperti humas, administrasi, manajerial pun butuh SDM yang handal. Syarat utamanya harus mampu menguasai bahasa Inggris dan memiliki standar yang ditentukan oleh perusahaan.

"Kami menantang kalangan milenial untuk melihat dunia migas sebagai potensi untuk mengembangkan diri. Sebab, milenial  merupakan penerus dalam pengelolaan sumber daya migas di tanah air," jelasnya.

Wisnu berharap dengan banyaknya informasi seputar sektor migas yang didapatkan oleh mahasiswa, akan memperluas cakrawala mereka tentang dunia kerja. Terlebih, kegiatan yang dilakukan oleh HCML selain memperkenalkan industri hulu migas, juga bertujuan menepis persepsi bahwa hanya lulusan teknik yang bisa berkarir di industri migas.

"Bukan hanya orang teknik saja yang dibutuhkan di bidang ini (migas, red). Kami juga banyak membutuhkan orang sosial. Seperti dari ilmu komunikasi agar apa yang kami punya, bisa didengar masyarakat lebih mudah," pungkas Wisnu.



Sumber: Investor Daily