Dialihkan Jadi Direksi Korporasi, Ini Kata Eks Eselon I BUMN

Dialihkan Jadi Direksi Korporasi, Ini Kata Eks Eselon I BUMN
Ilustrasi BUMN. ( Foto: Istimewa )
/ WBP Rabu, 20 November 2019 | 19:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri BUMN Erick Thohir mengganti lima pejabat eselon I Kementerian BUMN sebagai bagian dari menjalankan misi Presiden Joko Widodo mengenai penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien.

Setelah memberhentikan pejabat tersebut, Erick langsung menempatkan empat deputi dan satu sekretaris Kementerian BUMN menjadi direksi di perusahaan BUMN, sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN yang efektif berlaku mulai 18 November 2019.

"Restrukturisasi ini adalah bagian dari tour of duty, agar pejabat yang berasal dari birokrasi dapat memahami permasalahan di korporasi. Pejabat korporasi pun harus mengerti birokrasi," kata Erick dalam keterangannya yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Lima pejabat eselon I yaitu Imam Apriyanto Putro diangkat sebagai Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company. Imam sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN sejak 2013.

Gatot Trihargo diangkat sebagai Wakil Direktur Utama Perum Bulog, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan.

Selanjutnya, Hambra menjadi Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Hambra sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis.

Wahyu Kuncoro menjadi Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi.

Fajar Harry Sampurno diangkat sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), sebelumnya menjabat Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media.

Setelah menerima Surat Keputusan Menteri BUMN, masing-masing pejabat yang diangkat menyampaikan antusiasmenya bergabung bersama BUMN.

“Saya diberikan tenggat waktu oleh Wakil Menteri BUMN untuk menyampaikan laporan ke beliau dalam kurun waktu satu bulan dan melakukan evaluasi kinerja serta tujuan perusahaan ke depan,” ujar Imam Apriyanto.

Sementara itu, Gatot Trihargo mengatakan dirinya masih belum tahu soal Bulog secara menyeluruh, sehingga lebih semangat untuk belajar. "Yang pasti dari Wakil Menteri akan kami jalankan dengan baik,” ujarnya.

Wahyu Kuncoro juga sudah diwanti-wanti oleh Wamen BUMN untuk memajukan peran Pegadaian ke depan. Hal ini sesuai dengan fokus pemerintah yang ingin memberdayakan unit kerakyatan.

“Fokus pemerintah adalah pemberdayaan unit kerakyatan sehingga kami diminta untuk menyusun konsep ke sana. Selain Pegadaian, ke depan juga perlu ditingkatkan peran Mekaar oleh PNM (Permodalan Nasional Madani) sehingga kami diminta memikirkan bagaimana bisnis intinya PNM itu bisa disinergikan,” ujar Wahyu.



Sumber: ANTARA