2020, BCA Akan Suntik Modal CCV Rp 50 Miliar

2020, BCA Akan Suntik Modal CCV Rp 50 Miliar
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Nida Sahara / FMB Sabtu, 23 November 2019 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tahun depan menyiapkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk anak usaha modal venturanya yakni PT Central Capital Ventura (CCV). Suntikan dana tersebut nantinya digunakan sebagai modal untuk memberikan pendanaan kepada perusahaan rintisan (startup).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, jika ada potensi investasi yang bagus, perseroan akan melakukan injeksi dana kepada anak usaha modal venturanya tersebut.

"CCV saya nggak ingat, tetapi kita prinsipnya akan menyediakan dana kalau itu positif. Saya belum ingat, tetapi paling tidak banyak lah paling Rp 50 miliar," ungkap Jahja di sela acara BCA Finhacks 2019, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Sampai dengan Agustus 2019, CCV telah memberikan pembiayaan kepada 15 startup. Dari jumlah tersebut, antara lain startup yang dibiayai bergerak di bidang fintech peer to peer lending, artificial intellegence (AI), insuretech, dan startup lainnya.

BCA melalui gelaran Financial Hackaton (Finhacks) kali ini mengangkat tema teknologi blockchain, sebagai tajuk utama kompetisi bagi penggiat teknologi informasi di Indonesia. BCA merupakan bank pertama di Indonesia yang menggelar kompetisi bertajuk blockchain.

Saat ini BCA belum menerapkan teknologi blockchain, tapi sudah menggunakan teknologi open banking. Ke depan, tidak menutup kemungkinan perseroan juga dapat menerapkan blockchain. "Blockchain ini untuk investasi awal memang besar, tapi ke depan kan bisa membuat efisien, sehingga BOPO (beban operasional terhadap pendapatan operasional) bisa terus menurun," ungkap Jahja.

BCA Finhacks 2019 #blockchainnovation merupakan sebuah kompetisi bagi para developer TI, blockchain enthusiasts, startup, pelajar dan professional untuk berkumpul, berkolaborasi, dan berinovasi dalam menciptakan solusi inovatif di bidang finansial.

Jahja mengatakan, gelaran Finhacks 2019 #blockchainnovation adalah wujud kontribusi BCA dalam menanggapi potensi anak bangsa di bidang teknologi, khususnya blockchain, sekaligus sebagai wadah sinergi kolaborasi dengan komunitas blockchain ethusiast.

"Melalui tema tahun ini tentang teknologi blockchain, kami ingin melihat bagaimana blockchain dapat memberikan added value dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan solusi perbankan dan finansial kepada masyarakat luas, khususnya dalam hal peningkatan efisiensi, penghematan biaya dan pengurangan risiko," urai Jahja.

Jahja menambahkan, pilihan tema Finhacks 2019 terkait blockchain ini didasarkan pada keunggulan teknologi ini yang tidak hanya memberikan nilai tambah dari sisi teknis seperti keamanan, transparansi, dan desentralisasi tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi proses dan interaksi bisnis. Industri finansial dan perbankan Tanah Air dapat memanfaatkan kelebihan teknologi ini untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan solusi perbankan dan finansial kepada masyarakat secara lebih baik.

"Seiring perkembangan teknologi yang begitu cepat, kami menyadari bahwa kebutuhan nasabah juga semakin dinamis dan kompleks. Oleh sebab itu, BCA terus menggali potensi inovasi dalam rangka menciptakan produk dan layanan yang fungsional bagi nasabah. Melalui gelaran Finhacks ini tentunya banyak insight-insight baru yang bermanfaat," terang Jahja. 



Sumber: Investor Daily