KBI dan BBJ Tanda Tangani Kerja Sama Perdagangan Fisik Lada Putih

KBI dan BBJ Tanda Tangani Kerja Sama Perdagangan Fisik Lada Putih
Kiri ke kanan: Donny Raymond (Direktur Bursa Berjangka Jakarta), Dede Iswanto (Direktur PT Wahana Inspirindo Sejahtera, Himawan Purwadi (Kepala Bagian Penguatan dan Pengawasan Pasar Lelang Komoditas – Bappebti) dan Fajar Wibhiyadi (Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia – Persero), dan), disela-sela penandatanganan Nota Kesepahaman (Memotrandum of Understanding), yang diselenggarakan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Thresa Sandra Desfika / FER Minggu, 24 November 2019 | 16:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kliring Berjangka Indonesia Persero (KBI) menandatangani kerjasama kemitraan strategis tata niaga komoditas lada dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Wahana Inspirindo Sejahtera di Pangkal Pinang, Jumat (22/11/2019).

Bursa Pasar Fisik Timah Dorong Perekonomian Bangka Belitung

Direktur Utama KBI, Fajar Wibhiyadi, menyatakan, dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi petani dan pemilik komoditas terkait harga dan nilai komoditas lada.

"Kedepan akan dilakukan langkah optimalisasi potensi komoditas lada bagi seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung usaha-usaha pengembangan tata niaga komoditas lada sesuai harapan pemerintah Provinsi Bangka Belitung,” ujar Fajar Wibhiyadi dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Minggu (24/11/2019).

Fajar menambahkan, peran KBI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentu memiliki misi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga kerja sama yang dilakukan kali ini, diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

JFX dan KBI Kejar Target Perdagangan Komoditas Timah

"Kedepan, tata niaga lada tidak langsung dari petani ke pengumpul, namun komoditas ini akan diarahkan untuk diperdagangkan dalam bentuk pasar fisik lada di Bursa Berjangka Jakarta,” tandasnya.

Menurut Fajar, masuknya pasar fisik lada ke BBJ, akan lebih memberikan pilihan alternatif investasi bagi para investor.

"Sebelum ini, kami dan BBJ telah menghadirkan pasar fisik Timah. Selain itu, kami juga mendorong petani dan pemilik komoditas Lada untuk memanfaatkan sistem resi gudang, dimana PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menjadi pusat registrasi resi gudang," tegas Fajar.

Klaster Unggulan Daerah Angkat Potensi Komoditas Lokal

Berdasarkan data KBI, sepanjang tahun 2017 sampai bulan Oktober 2019, resi gudang yang diterbitkan untuk komoditas lada hanya mencapai Rp 566 juta, dari total resi gudang sebesar Rp 114,6 Miliar.

Menanggapi hal tersebut, Fajar optimistis dengan masuknya lada putih muntok ke pasar fisik dapat mendorong dan memberikan nilai tambah bagi para petani dan perekonomian nasional.

"Besaran resi gudang yang ada tersebut, masih sangat kecil, apalagi dengan melihat kapasitas produksi lada putih Bangka Belitung atau Muntok White Pepper yang cukup bersar. Kedepan kami optimistis, dengan masuknya lada putih muntok ke pasar fisik di Bursa Berjangka Jakarta, akan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi petani, namun juga bagi perekonomian nasional," tandas Fajar.



Sumber: BeritaSatu.com