Hyundai Bangun Pabrik di Indonesia Rp 21,8 Triliun

Hyundai Bangun Pabrik di Indonesia Rp 21,8 Triliun
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan pengusaha Korea Selatan di Busan, 25 November 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Novy Lumanauw )
Herman / MPA Rabu, 27 November 2019 | 18:18 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Hyundai Motor Company (HMC) mengumumkan rencana investasinya sebesar US$1,549 Miliar (Rp 21,8 triliun) di Indonesia. Investasi tersebut sebagian akan digunakan untuk memproduksi kendaraan Hyundai selain rencana membangun R&D Center (pusat penelitian dan pengembangan). Hal ini diumumkan pada kegiatan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pabrik Hyundai Motor Company (HMC) di Ulsan, Korea Selatan, Selasa (26/11/2019).

Dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Rabu (27/11/2019), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyampaikan, nantinya investasi yang dilakukan Hyundai di Indonesia bisa memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian Indonesia, seperti penyerapan 5.000 tenaga kerja dan pengembangan pusat pelatihan, penelitian dan pengembangan mobil listrik.

Agar manfaat tersebut bisa didapat lebih maksimal, Bahlil akan meminta kepada pihak Hyundai agar dalam berproduksi, mereka memaksimalkan penggunaan bahan baku dari Indonesia dan bekerja sama dengan pengusaha lokal, seperti menggunakan bahan baterai dari Morowali, serta ban dan karet dari dalam negeri.

Realisasi investasi Hyundai Motor Company di Indonesia direncanakan akan dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahun 2019-2021 dan tahun 2022–2030. Pada fase pertama Hyundai akan berfokus pada investasi pabrik pembuatan mobil Hyundai yang akan berlokasi di Jawa Barat dan akan mengekspor setidaknya 50% dari total produksi.

Fase kedua akan berfokus pada pengembangan pabrik pembuatan mobil listrik, pabrik transmisi, pusat penelitian dan pengembangan, pusat pelatihan, dan produksi Hyundai akan diekspor sebanyak 70%. Hyundai akan mulai berproduksi pada tahun 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun, termasuk mobil listrik ke depannya.



Sumber: Suara Pembaruan