Koperasi di Indonesia Jadul, Teten Dorong Adopsi Teknologi

Koperasi di Indonesia Jadul, Teten Dorong Adopsi Teknologi
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki memberikan keynote speech di acara Indonesia Digital Conference yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, 28 November 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Kamis, 28 November 2019 | 20:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki menyampaikan, koperasi di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar, terutama datang dari arus teknologi yang berkembang sangat pesat. Bila tidak ingin ditinggalkan, modernisasi koperasi harus dilakukan.

Menkop dan UKM Ingin Ubah Struktur Ekonomi

"Koperasi- koperasi kita sudah jadul bukan main. Saya menghadiri pertemuan dengan pengurus-pengurus koperasi, tua semua. Sudah nggak ada yang anak muda. Modernisasi koperasi harus dilakukan,” kata Teten Masduki saat memberikan keynote speech di acara Indonesia Digital Conference yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Kamis (28/11/2029).

Beda halnya dengan di luar negeri, di mana koperasinya sudah mulai mengadopsi teknologi. Namun ketika Teten ingin mengaplikasikan hal tersebut di Indonesia, ada bebeberapa aturan dalam koperasi yang masih menjadi hambatan.

"Di luar negeri sudah ada aplikasi koperasi. Begitu saya usulin itu, regulasinya susah. Karena keputusan koperasi itu kan harus keputusan anggota, dan harus ditandatangani basah. Itu ternyata nggak bisa kalau saya mau bikin koperasi berbasis digital. Tapi, ini harus dilakukan,” kata Teten.

Menkop dan UKM Ajak Pengelola Wisata Alam Susun Model Bisnis

Menurut Teten, koperasi yang sangat kuat di dunia adalah yang berbasis produksi. Ia berharap hal ini juga bisa dilakukan oleh Indonesia.

"Di Selandia Baru, ada Fontera, koperasi susu yang menguasai pasar susu dunia. Kemudian, koperasi gandum di Australia itu gede banget. Kalau kita, koperasinya berpolitik," ujar Teten.

Tidak hanya untuk koperasi, lanjut Teten, digitalisasi juga harus dilakukan untuk produk-produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa menembus pasar luar negeri.

"Akses produk UMKM harus besar, karena itu digitalisasi produk UMKM di era digital ekonomi ini harus dilakukan. Tentunya juga harus ada perbaikan dari sisi desain dan promosi," tegas Teten.



Sumber: BeritaSatu.com