Ristek Jadi Motor Utama Penggerak Transformasi Ekonomi


Ristek Jadi Motor Utama Penggerak Transformasi Ekonomi
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro menyampaikan keynote speech di acara Indonesia Digital Conference yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber indoensia (AMSI), di Jakarta, 28 November 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Kamis, 28 November 2019 | 21:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro menyampaikan, riset dan teknologi (ristek) harus menjadi motor utama transformasi ekonomi Indonesia. Caranya dengan mengedepankan inovasi, terutama di sektor industri. Sebab, hanya dengan menjadi negara industri, Indonesia bisa menjadi negara maju.

Teten Dorong Koperasi di Indonesia Adopsi Teknologi

Namun, menjadi negara industri tidak cukup hanya dengan membangun pabrik perakitan saja. Indonesia harus mampu menciptakan produk sendiri yang lahir dari inovasi.

Menjadi negara industri itu tidak cukup hanya dengan membuat pabrik. Bisa membuat mobil bukan hal yang aneh lagi. Assembling mobil atau pesawat, itu hal yang biasa. Yang susah itu adalah bikin mobil dan pesawat. Sebab bikin dan assembling itu dua hal yang berbeda,” kata Bambang Brodjonegoro, di acara Indonesia Digital Conference yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Kamis (28/11/2029).

Dikatakan Bambang, nilai tambah yang tinggi bisa dihasilkan bila kita membuat produknya sendiri dengan memanfaatkan konten lokal. Namun apabila hanya sekedar assembly produk, meskipun nilai tambahnya ada, tetapi tergolong kecil.

"Nilai tambah tertinggi adalah kalau Anda yang melakukan product development, sampai kemudian produknya itu bisa dipasarkan dan diproduksi secara massal," ujar Bambang.

Mochtar Riady: Perubahan Teknologi Harus Disikapi dengan Cepat

Untuk bisa melakukan product development, lanjut Bambang, perlu adanya inovasi yang lahir dari research and development (R&D) center.

"Inilah yang dalam lima tahun ke depan menjadi arah kementerian yang saya pimpin dan juga Badan Riset Inovasi Nasional ke depan. Kita ingin mendorong inovasi yang nantinya bisa menciptakan keunggulan buat perekonomian, alias mentransformasi ekonomi Indonesia dari hanya sekedar mengandalkan sumber daya alam menjadi yang basisnya industri. Untuk bisa menjadikan Indonesia sebagai negara industri, kita juga harus bisa beradaptasi dengan revolusi industri 4.0," kata Bambang.

Bambang menambahkan, terdapat 10 program yang telah ditetapkan pemerintah dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Salah satunya, yang menjadi tugas Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Riset Inovasi Nasional adalah membentuk ekosistem inovasi.

"Mau tidak mau R&D sekarang ini tidak lagi menjadi hiasan, tetapi suatu kemewahan yang harus digunakan sebaik-baiknya untuk membuat Indonesia benar-benar bisa beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0,” kata Bambang.



Sumber: BeritaSatu.com