Erick Thohir akan Ubah Konsep Super Holding BUMN

Erick Thohir akan Ubah Konsep Super Holding BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
/ WBP Senin, 2 Desember 2019 | 16:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan mengubah konsep super holding BUMN menjadi subholding yang fokus pada masing-masing kegiatan unit usaha.

"Urusan super holding BUMN kita ubah konsepnya menjadi subholding yang fokus kepada masing-masing kegiatan unit usaha," ujar Erick Thohir di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Erick mencontohkan BUMN Pelindo yang saat ini terdiri dari Pelindo I, II, III dan IV fungsinya dibagi menjadi pelabuhan peti kemas, curah, dari saat ini dibagi berdasarkan wilayah. Pembentukan super holding BUMN merupakan bagian dari cetak biru Kementerian BUMN jangka panjang.

Menteri BUMN periode sebelumnya Rini Soemarno mengemukakan usulan pembentukan perusahaan induk raksasa atau super holding BUMN dan meniadakan Kementerian BUMN.

Menurut Rini, pembentukan super holding BUMN membuat perusahaan-perusahaan pelat merah bisa bergerak leluasa dan lebih lincah dalam pengembangan bisnisnya sesuai sistem korporasi.

Pengamat dari Universitas Gajah Mada, Fahmi Radhi mengatakan bahwa pembentukan super holding BUMN tidak harus sama seperti di Malaysia dan Singapura. Apalagi karakteristik di sini berbeda dengan dua negara tersebut.

Indonesia, menurut dia, sudah terlalu banyak BUMN, sehingga agak lebih sulit. Jika di Singapura dan Malaysia, BUMN di bawah perdana menteri, di Indonesia cukup di bawah menteri BUMN, atau dipimpin dirut dari super holding yang jabatannya bisa setingkat menteri.



Sumber: ANTARA