Imbas Tiket Mahal, Penumpang Angkutan Udara Domestik Turun 19,92%

Imbas Tiket Mahal, Penumpang Angkutan Udara Domestik Turun 19,92%
Kepala BPS Suhariyanto ( Foto: Beritasatu TV )
Herman / FER Senin, 2 Desember 2019 | 20:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Oktober 2019 mencapai 6,5 juta orang, naik 5,16 persen dibanding September 2019. Sedangkan untuk jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 8,27 persen menjadi 1,7 juta orang.

BPS Catat Inflasi November 0,14%

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, jumlah penumpang angkutan udara domestik mengalami penurunan yang cukup tajam, di mana pada Oktober 2018 mencapai 8,11 juta orang. Menurut Suhariyanto, kondisi ini merupakan dampak dari kenaikan harga tiket pesawat yang masih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Untuk penerbangan internasional, selain karena jumlah hari di bulan Oktober yang lebih tinggi dibandingkan September, di bulan tersebut juga mulai banyak orang Indonesia yang melakukan perjalanan umrah, sehingga jumlah penumpang tujuan luar negerinya mengalami kenaikan,” kata Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Dengan tambahan jumlah penumpang tersebut, selama Januari-Oktober 2019 jumlah penumpang angkutan udara domestik telah mencapai 63,0 juta orang atau turun 19,92 persen, sementara jumlah penumpang internasional mencapai 15,5 juta orang atau naik 4,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2018.

Sampai Oktober 2019, Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 13,62 Juta

Sementara itu, untuk jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Oktober 2019 tercatat 2,0 juta orang, naik 1,91 persen dibanding September 2019. Jumlah barang yang diangkut naik 0,19 persen menjadi 25,7 juta ton.

Selama Januari–Oktober 2019, jumlah penumpang mencapai 19,6 juta orang atau naik 15,99 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2018. Demikian juga dengan jumlah barang yang diangkut naik 5,43 persen atau mencapai 245,5 juta ton.

Untuk jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Oktober 2019 sebanyak 36,4 juta orang atau naik 3,48 persen dibanding September 2019. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 6,22 persen menjadi 4,5 juta ton.

Selama Januari–Oktober 2019, jumlah penumpang mencapai 354,7 juta orang atau naik 1,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 1,91 persen menjadi 41,9 juta ton.



Sumber: BeritaSatu.com