Bulog Perkuat Peran Komersial di 2020

Bulog Perkuat Peran Komersial di 2020
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lona Olavia / FMB Selasa, 3 Desember 2019 | 09:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memaparkan kebijakan lembaganya di tahun 2020 akan lebih berfokus pada penguatan peran komersial, sejalan dengan berkurangnya penugasan dari pemerintah dalam penyediaan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ke depannya, Perum Bulog akan lebih meningkatkan kinerja komersial melalui penjualan komoditas pangan melalui on-line dan off-line, juga optimalisasi aset dan penguatan anak perusahaan serta unit bisnis,” katanya di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Perum Bulog, tambahnya terus melakukan sejumlah inovasi bisnis, beberapa di antaranya yakni memodernisasi gudang beras yang dimilikinya secara bertahap di seluruh Indonesia, memproduksi beras bervitamin (terfonifikasi) dan terakhir merambah bisnis e-commerce dengan meluncurkan toko pangan online panganandotcom.

“Bahkan sejumlah kerja sama bisnis dengan berbagai BUMN dan pihak swasta lainnya telah dilakukan seperti penyediaan natura karyawan BNI dan BRI, penjualan sembako ke Grab Kios serta sinergi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dalam memasok beras ke ritel modern,” imbuh Budi.

Mantan Kepala BNN itu menyatakan, Perum Bulog juga memperoleh sejumlah PMN senilai Rp 2 triliun untuk mendukung penguatan komersial seperti pembangunan CAS (Control Atmosphere Storage), gudang modern kedelai, dan gudang modern beras. Tahun depan rencananya akan dilakukan pembangunan CDC (Corn Drying Center), serta MRMP (Modern Rice Milling Plan).

“Namun demikian, sesungguhnya Bulog membutuhkan sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan dari para regulator, berupa regulasi yang jelas dan didukung sistem penganggaran yang jelas serta mudah dilaksanakan sejak dari hulu sebagai bentuk keberpihakan kepada petani dan juga sisi hilir sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sebagai konsumen,” tutur Budi.



Sumber: Suara Pembaruan