Produk Bumi NTT Harus Dikembangkan Sesuai Selera Konsumen

Produk Bumi NTT Harus Dikembangkan Sesuai Selera Konsumen
Deputi Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UM (Kemkop dan UKM), Viktoria Br Simanungkalit, mewakili Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam acara “Silaturahmi Bersama para Pelaku UMKM dan Koperasi” dalam rangka mendukung pengembangan salah satu daerah wisata Super Prioritas Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, di Labuan Bajo, Selasa (3/12/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Edi Hardum )
Siprianus Edi Hardum / EHD Selasa, 3 Desember 2019 | 13:25 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com – Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) sama seperti daerah lain di Indonesia diberikan sumber daya alam melimpah oleh Tuhan. Antara lain antara lain alam yang indah (laut dan gunung), budaya, produk-produk tenun dengan desain dan warna yang eksotis, serta sumberdaya pertanian seperti kopi, jambu mete, pala dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke mancanegara.

Potensi-potensi ini perlu dikem-bangkan secara berkesinambungan dan melibatkan banyak pihak secara kolaborasi agar produk dan jasa yang dihasilkan benar-benar mampu memenuhi selera dan permintaan konsumen terutama turis mancanegara maupun turis nusantara dengan standar global.

Demikian dikatakan Deputi Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop dan UKM), Viktoria Br Simanungkalit, mewakili Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam acara “Silaturahmi Bersama para Pelaku UMKM dan Koperasi” dalam rangka mendukung pengembangan salah satu daerah wisata Super Prioritas Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, di Labuan Bajo, Selasa (3/12/2019).

Ia mengatakan, Kemkop dan UKM sedang mendorong peningkatan peran UKM dalam ekspor maupun subsitusi produk-produk impor.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat menjadi lokomotif untuk mendorong produk unggulan Manggarai Barat menjadi produk yang berstandar global untuk diekspor kepada konsumen mancanegara yang datang ke Labuan Bajo dan mensubsitusi produk-produk impor yang masuk ke Manggarai Barat.

Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa, Labuan Bajo hingga Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur bakal menjadi obyek wisata premium dimana hanya turis kelas atas yang bisa menikmatinya. Kemkop dan UKM memberikan dukungan terhadap upaya pencapaian wisata premium dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sejak kemaren hingga hari ini.

“Hari ini kita jadikan momentum untuk kesepakatan kita bersama menggerak-kan KUKM di Pulau Flores dan sekitarnya menghasilkan produk/jasa yang berkualitas sebagai penunjang pariwisata premium Labuan Bajo,” kata dia.

Viktoria mengatakan, pihaknya juga mendorong berbagai pihak seperti Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo dan Flores, Politeknik El-Bajo, Dewan Koperasi Daerah dan perbankan termasuk Koperasi Kredit (Kopdit) - Kopdit Besar di NTT seperti Kopdit Obor Mas untuk berkolaborasi sesuai dengan kompetensi masing-masing dalam rangka memberikan dukungan maupun fasilitas agar produk UMKM bisa diterima para wisatawan lokal maupun manca negara.

“Hari ini kita juga menyaksikan kolaborasi awal antara kementerian dan lembaga, perbankan dan stakeholder terkait yang mendukung kegiatan ini. Kolaborasi tersebut antara lain berupa, pertama, MOU antara Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) -KUMKM dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Kedua, penyaluran KUR oleh Koperasi Obor Mas dan Perbankan. Ketiga, penyerahan bantuan rombong dari Koperasi Kelautan Perikanan Indonesia. Keempat, CSR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.

Kelima, penyerahan Sertifikat Hak Cipta kepada UMKM. Selanjutnya dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pemerintah (pusat dan daerah), koperasi, UMKM dan masyarakat serta semua stakeholder terkait untuk terus melakukan kolaborasi yang sudah kita sepakati pada hari ini.

Khusus kepada pihak Otorita Labuan Bajo dan Flores agar dalam menyusun rencana dan program pengembangan pariwisata Labuan Bajo memberikan perhatian khusus kepada pelaku KUKM agar turut berperan nyata dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, sehingga pengembangan pariwisata Labuan Bajo mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.



Sumber: Suara Pembaruan