Len Industri akan Bangun Pengisian Daya Kendaraan Listrik di Mal

Len Industri akan Bangun Pengisian Daya Kendaraan Listrik di Mal
Konvoi kendaraan listrik melintas di kawasan Bunderan HI , Jakarta, Jumat 20 September 2019. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
/ WBP Selasa, 3 Desember 2019 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - BUMN peralatan elektronik, PT Len Industri (Persero) akan bekerja sama dengan pengelola pusat perbelanjaan (mal) guna membangun pengisian daya (charging station) kendaraan listrik.

"Ekosistem mobil listrik harus kita bangun. Jadi nanti orang berbelanja bisa isi daya, orang belanja paling cepat sekitar satu jam," ujar Direktur Utama PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Untuk pembangunan pengisian daya kendaraan listrik, lanjut dia, Len Industri akan menggandeng PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Charger station kendaraan listrik rencananya dibangun di 180 titik. "Kita juga menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menyiapkan teknologinya," ucap Zakky Gamal Yasin.

Ia mengatakan pihaknya akan mempelajari perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Eropa dan Tiongkok. "Tiongkok paling bombastis untuk perkembangan mobil listrik, tetapi kalau kedewasaan sistem, negara-negara Eropa lebih baik," kata Zakky Gamal Yasin.

Zakky menambahkan pihaknya juga sedang mengembangkan teknologi baterai swap pada motor listrik agar memudahkan aktivitas pemilik kendaraan. "Baterainya itu bisa ditukar layaknya tabung gas," ucap Zakky Gamal Yasin.

Zakky mengatakan salah satu kendala teknologi pengisian daya adalah durasi pengisian mengingat teknologi yang ada saat ini paling cepat 25 menit sampai 30 menit. "Itu menjadi pertimbangan kita ke depan bagaimana menyiasatinya, kita terus berinovasi bagaimana sistem kerjanya bisa lebih cepat sehingga saat diaplikasikan di lapangan nanti tidak beda jauh dengan pengisian bahan bakar minyak," kata Zakky Gamal Yasin.

Ia mengemukakan daya tahan mobil listrik dengan baterai terisi penuh dapat menempuh jarak rata-rata 200 kilometer tergantung kondisi jalan dan cara pemakaiannya. "Kalau kondisi jalannya naik turun, macet dan terlalu banyak menekan gas, mobil listrik akan lebih cepat kehabisan energi sebelum 200 km," kata Zakky Gamal Yasin.



Sumber: ANTARA