Produsen Elektronik Lokal Didorong Go International

Produsen Elektronik Lokal Didorong Go International
Indonesia International Consumer Electronics (IICE) Expo Indonesia ajang yang mendorong perusahaan elektronik go internasional sekaligus menarik pebisnis asing berinvestasi di Indonnesia. (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 4 Desember 2019 | 17:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan produsen elektronik lokal didorong untuk go international di tengah pesatnya pertumbuhan digital. Di sisi lain, Indonesia perlu menarik produsen elektronik global menanamkan investasinya di Tanah Air.

"Gelombang pertumbuhan digital tidak bisa dibendung. Kita punya dua pilihan, mau pasif menjadi konsumen atau aktif menjadi pemain," kata Wakil Ketua Komite Tetap bidang Ekonomi Kreatif Kadin, Kevin Wu dalam konferensi pers "International Consumer Electronics Expo (ICEE) Indonesia 2019" di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Kevin Wu menjelaskan untuk mendorong pemain elektronik lokal berdaya saing global, perlu dibangun ekosistemnya seperti kegiatan yang mewujudkan business matching antara pemain lokal dan produsen global.

Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo) Soegiharto menambahkan Indonesia dengan jumlah penduduk 260 juta merupakan pasar yang besar untuk segmen produk elektronik. "Jangan sampai kita menjadi pasar saja, namun pemain lokal harus tumbuh," kata Soegiharto.

Di sisi lain kata dia, pemerintah perlu mendorong pabrikan elektronik asing menanamkan investasi di dalam negeri guna memenuhi ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri 40 persen di sektor tersebut. "Event ICEE Indonesia 2019 bisa menjadi sarana menggaet investor asing untuk berinvestasi di sini," kata Soegiharto.

Sementara Founder dan CEO PT Keren Entertaiment Indonesia Sutardi selaku penyelenggara International Consumer Electronics Expo (ICEE) Indonesia 2019 mengatakan, ICEE Indonesia merupakan pameran elektronik konsumen terbesar di Indonesia yang menghubungkan para pelaku industri elektronik asing seperti Tiongkok, Singapura, dan Hong Kong dengan produsen dan buyer potensial di Indonesia.

Sutardi menjelaskan, ICEE Indonesia 2019 merupakan event pertama yang menggabungkan produsen elektronik global dengan start up dan pelaku IT lokal untuk berkolaborasi sehingga mendorong daya saing industri dalam negeri. ICEE Indonesia 2019 digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta pada 17-19 Desember 2019 yang ditargetkan dihadiri 15.000 pengunjung.

Ajang ini menampilkan beragam produk elektronik mulai drone, virtual reality (VR), komputer, aksesoris, kamera, bluetooth speaker, smartwatch, vapes, IOT, hingga LED light. Sekitar 30 persen dari perserta berasal dari Indonesia.

Untuk mendukung ekonomi kreatif lokal, tahun ini IICE Indonesia melibatkan komunitas start up. CoHive, salah satu komunitas start up utama di Indonesia, adalah mitra ICEE Indonesia 2019.



Sumber: BeritaSatu.com