Presiden Instruksikan Mentan Benahi Manajemen Logistik Beras

Presiden Instruksikan Mentan Benahi Manajemen Logistik Beras
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Novy Lumanauw / MPA Rabu, 4 Desember 2019 | 18:22 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membenahi manajemen logistik dan pengelolaan beras nasional.

“Kita tahu, produksi beras tidak merata di seluruh wilayah Tanah Air. Setiap pulau ada yang surplus, tapi juga ada yang defisit sehingga aspek ketersediaan menjadi hal yang sangat penting,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (4/12/2019).

Rapat yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin khusus membahas tentang pengelolaan dan cadangan beras pemerintah.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa keterjangkauan terhadap pasokan beras juga sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Dan, saya melihat kuncinya adalah efisiensi dan kehandalan dalam manajemen logistik kita,”katanya.

Ia mengatakan, pemerintah harus memiliki data ketersediaan produksi beras dalam negeri yang akurat dan terkonsolidasi. Data tersebut di antaranya, terkait luas lahan persawahan di Indonesia dan data riil mengenai produksi beras.

"Saya harapkan data produksi beras betul-betul riil dan terkonsolidasi sehingga kita betul-betul memiliki sebuah pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan dan tentu saja langkah-langkah koreksi dan langkah-langkah perbaikan yang akan kita lakukan," kata Presiden Jokowi.

Selain membicarakan tentang data perberasan nasional, Presiden Jokowi juga menyinggung tentang manajemen logistik dan rantai pasok beras nasional. Disebutkan, produksi beras di setiap daerah tidak merata. Terdapat sejumlah daerah di negeri ini yang mampu memenuhi kebutuhan berasnya sendiri dan memasok ke luar daerahnya. Di sisi lain, katanya, terdapat pula daerah-daerah yang membutuhkan pasokan beras dari luar wilayahnya.

“Aspek ketersediaan komoditas beras menjadi sangat penting. Demikian pula dengan keterjangkauan terhadap pasokan beras ke masing-masing daerah di Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi secara khusus meminta Menteri Pertanian memperbaiki manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah untuk mencegah terjadinya penumpukan pasokan beras.

Penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan selain meningkatkan biaya perawatan, juga berpotensi menurunkan mutu dari stok beras yang ada.

"Oleh sebab itu, saya minta regulasi dan manajemennya segera diselesaikan dan dibereskan dan dibuat pola-pola baru sehingga tidak justru menjadi beban bagi Bulog," katanya.



Sumber: Investor Daily