Tanamera Coffe Ekspor Kopi Premium ke Rusia

Tanamera Coffe Ekspor Kopi Premium ke Rusia
Tanamera Coffe melepas ekspor perdana 8 jenis biji kopi premium ke Rusia di pergudangan Marunda DC, Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 18:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tanamera Coffee Indonesia mengekspor delapan jenis komoditas kopi premium seberat 19,2 ton ke Rusia dengan nilai total Rp 2 miliar. Pelepasan ekspor dilakukan di pergudangan Lotte DC Marunda, Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019).

Adapun komoditas bijih kopi yang diekspor  adalah, yakni Gayo Wet Hulled Grade 1, Gayo Natural Grade 1, Kerinci Natural Grade 1, Toraja Semi Washed Grade 1, Central Java Honey Grade 1, North Malabar Washed Grade 1, Bali Semi Washed Grade 1, dan Bali Fully Washed Grade 1.

Founder dan owner Tanamera Coffe Indonesia, Dini Ariyani Criddle, mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan processing area di Bali dan hanya memasok dari petani kopi dengan bahan berkualitas serta sudah mendapatkan penyuluhan penanaman dan panen kopi sesuai standar internasional.

"Hari ini biji kopi premium yang di ekspor sebesar 19,2 ton dengan nilai Rp 2 miliar. Kopi ini kita ambil sumbernya dari daerah terpilih seperti di Bali, Sumatera dan beberapa lokasi pilihan lainnya dengan hubungan langsung ke petani kopi," ujar Dini.

"Kami juga berencana mengembangkan processing area kopi Tanamera ini ke Flores dan Toraja. Di daerah tersebut selain melakukan pembinaan terhadap petani kopi agar menghasilkan kopi berkualitas kita siapkan area proses di daerah tersebut," tambah Dini.

Dengan pembinaan terhadap petani kopi di Indonesia, Dini berharap produktivitas kopi yang dihasilkan petani meningkat. Pasalnya saat ini produksi kopi yang ada di Indonesia pada umumnya hanya menghasilkan 300 kilogram biji kopi per hektar, padahal untuk luasan yang sama di Brasil mampu menghasilkan hingga 2,5 ton.

Sementara itu, Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri, Bimo Kusnadi, mengatakan produk kopi asal Indonesia sudah dikenal kualitas dan cita rasanya di Eropa khususnya di Rusia selama beberapa tahun terakhir.

"Untuk itu kami menyambut baik adanya ekspor komoditas kopi premium produksi Tanamera ke Rusia ini untuk memenuhi kebutuhan pasar disana dan meningkatkan perdagangan antara kedua belah pihak negara," ujar Bimo.

Dari data yang dimiliki Kementerian Luar Negeri, Indonesia tercatat menjadi pengekspor kopi ke-11 ke Rusia dengan jumlah 3,628 ton atau senilai US$ 9,1 juta pada 2018.

Padahal Rusia mengimpor setidaknya 196.000 ton kopi senilai US$ 592,9 juta. Posisi ekspor kopi Indonesia ke Rusia masih jauh tertinggal dari Vietnam sebesar 96.000 ton, Brasil 34.000 ton, Italia 14.000 ton, India 6.000 ton, dan Jerman 6.000 ton.

"Kita sambut baik langkah perdana ekspor kopi premium ini ke Rusia dan kami juga mendorong UKM dan pengusaha untuk berani menciptakan produk dengan standar kualitas tinggi agar bisa menembus pasar Eropa," tambah Bimo.



Sumber: Suara Pembaruan