1.500 Perusahaan Ramaikan Pameran Manufaktur

1.500 Perusahaan Ramaikan Pameran Manufaktur
Ilustrasi industri manufaktur ( Foto: SP )
Lona Olavia / WBP Kamis, 5 Desember 2019 | 10:40 WIB

Jakarta, Beritasasatu.com - Sebanyak 1.500 perusahaan di industri manufaktur dari 39 negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Belanda, Brazil, Tiongkok, Inggris, ltalia, Jerman, Korea Selatan, Swedia, Turki, dan Indonesia meramaikan Pameran Manufacturing Indonesia 2019 yang diselenggarakan pada 4-7 Desember 2019 di JiExpo, Kemayoran, Jakarta.

lndustri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menyumbang signifikan pada total investasi di lndonesia. Pada kuartal I-2019, industri pengolahan nonmigas berkontribusi sebesar 18,5 persen atau Rp 16,1 triliun terhadap realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Event Director PT Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie menyebutkan, pameran ini ditargetkan dihadiri 30.000 pengunjung termasuk pengambil keputusan, importir peralatan utama, dan distributor. Adapun, jumlah peserta tercatat lebih banyak 100 perusahaan pada tahun ini.

"Kalau dilihat dari mesin besar displaynya bisa jutaan, jadi perkiraannya bisa US$ 10 jutaan, tapi tidak semua bisa dijual langsung karena butuh prospek lagi. Ini lebih ke B2B (bussinees to bussiness) jadi mereka tidak terlalu ekspektasi, karena tidak mudah jual seperti alat-alat yang kecil," ujar Stephanie pada pembukaan Manufacturing Indonesia, di JiExpo, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Pada pameran yang telah digelar ke-30 kalinya ini ditampilkan teknologi terbaru di sektor manufaktur, khususnya penggunaan robotik. Deretan produk dan terobosan teknologi dihadirkan seperti Internet of Things (IoT), cloud computing, artificial intelligence, mobility virtual, augmented reality dan big data.

Ia menambahkan, di era industri 4.0, yang dibutuhkan konsumen adalah kecepatan, biaya murah dan proses efektif. Dengan teknologi automation, perusahaan dapat memenuhi tiga kebutuhan konsumen tersebut, sehingga proses produksi di industri manufaktur dapat lebih efektif dan efisien.

Direktur Japan External Trade Organization (Jetro) Jakarta Keith Suzuki menyatakan, Manufacturing Indonesia 2019 Series merupakan peluang emas bagi Jetro untuk mengenalkan produk dan teknologi Jepang secara komprehensif kepada perusahaan Indonesia. "Teknologi berkembang pesat, lndonesia membutuhkan perusahaan berbasis teknologi untuk semakin memperbaiki kualitas produk," pungkas Keith Suzuki.



Sumber: Suara Pembaruan