Dirut Pelindo II Beberkan Cara Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

Dirut Pelindo II Beberkan Cara Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia
Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / HA Sabtu, 7 Desember 2019 | 03:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya menegaskan bahwa tekad Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia bukanlah mimpi, karena posisi Indonesia yang strategis bisa dimaksimalkan dengan mengubah fungsi pelabuhan sesuai kebutuhan industri saat ini.

Dalam wawancara dengan Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (6/12/2019) malam, Elvyn mengatakan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia harus ditata ulang agar bisa menjadi trade facilitator.

"Salah satu main function pelabuhan adalah bagaimana agar Indonesia memiliki daya saing, dan daya saing ini hanya bisa meningkat kalau logistic cost kita rendah," ujar Elvyn.

"Dalam konteks logistic cost yang rendah itu, menurut hemat saya salah satu caranya adalah menjadikan pelabuhan sebagai trade facilitator -- pelabuhan tidak hanya berperan sebagai pelabuhan, tetapi dia juga bisa mendukung perdagangan."

Mekanismenya adalah dengan mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri, sehingga distribusi barang dari kawasan industri ke pelabuhan lebih murah. Pelabuhan harus terintegrasi juga dengan shipping line atau perusahaan jasa pelayaran sehingga kapal-kapal yang akan membawa barang bisa memperoleh linkage atau berada dalam satu lingkup koordinasi dengan pelabuhan.

"Ini hanya bisa terjadi kalau kita menerapkan konsep yang bernama trade facilitator, di mana pemilik barang, pengelola transportasi, pelabuhan, dan kapal berada dalam satu platform. Platform inilah yang kita sebut sebagai trade facilitartor atau market place," bebernya.

"Dengan cara ini seluruh pengguna jasa, apakah itu eksportir, apakah itu importir akan mendapatkan kebutuhannya secara cepat dengan lebih transparan."

Artinya hanya ada satu Pelindo

Integrasi layanan pelabuhan bukan hanya menekan biaya ekspor, tetapi juga bisa memangkas waktu pengiriman dan memudahkan pengawasan dari sejak barang dikirim hingga sampai ke tujuan, kata Elvyn.

Satu Pelindo Saja
Elvyn menambahkan konsep yang diusulkannya itu hanya akan relevan kalau diterapkan di seluruh Pelindo.

"Artinya Pelindo yang ada sekarang tidak lagi dipisahkan berdasarkan regionalnya, melainkan berdasarkan fungsi-fungsnya. Artinya hanya ada satu Pelindo, kemudian operating company-nya sesuai dengan bidang, apakah itu peti kemas, non-peti kemas, penyedia peralatan, penyedia IT dan sebagainya. tetapi dalam satu kepemilikan," jelas Elvyn.

"Dengan satu kepemilikan, maka holding-nya bisa membuat strategi buat seluruhnya, bisa memiliki kekuatan keuangan yang lebih memadai, dan pada akhirnya ada standarisasi sistem pelabuhan Indonesia."

Baca juga: Lampaui Target 2019, Pelindo III Apresiasi Mitra Bisnis

Untuk menjalankan konsepnya itu dibutuhkan waktu setidaknya tiga sampai lima tahun karena harus mengubah sistem dan menjamin akses kepada semua pelaku dalam ekosistem pelabuhan. Selain itu juga dibutuhkan waktu bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengalaman dengan sistem yang baru dan menyesuaikan diri mereka.

"Kalau di bisnis industri pelabuhan, experience itu akan menjadi fakta yang dirasakan. Misalnya dulu kita ekspor barang dari Semarang ke Amerika lewat Singapura, kemudian dicoba lewat Jakarta. Kalau menurut experience ternyata lebih murah lewat Jakarta, tentu akan terus lewat Jakarta. Kalau dia belum coba tentu dia belum tahu," terangnya.

Elvyn mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan simulasi konsep tersebut dan hasilnya adalah penghematan biaya logistik 4-5%.

"Saya yakin inilah konsep sebenarnya dalam mengembangkan maritim Indonesia, yaitu linkage antara kawasan industri, pelabuhan, dan pelayaran dalam trilogi maritim. Sistemnya adalah trade facilitator," kata Elvyn.

"Ekspektasi presiden agar Indonesia menjadi poros matritim dunia bukan mimpi."

Pekan lalu, Presiden Jokowi meninjau proses pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang dirancang mirip seperti fungsi yang diinginkan Elvyn.

Pelabuhan Patimban akan dikhususkan untuk pemberangkatan ekspor otomotif dan terhubung dengan kawasan industri otomotif lewat jalan tol khusus sepanjang 37 km yang juga sedang dibangun.

Baca juga: Pelabuhan Patimban Dipersiapkan Jadi Pintu Ekspor Otomotif



Sumber: BeritaSatu.com