103 Kawasan Industri Siap Tarik Dana Investasi

103 Kawasan Industri Siap Tarik Dana Investasi
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. ( Foto: Beritasatu Photo / Lona Olavia )
Lona Olavia / WBP Selasa, 10 Desember 2019 | 14:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah tengah menggenjot investasi khususnya sektor industri untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Guna mengakomodasi hal tersebut, pemerintah memfasilitasi pembangunan kawasan industri.

“Langkah strategis itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, karena industri harus berada di dalam kawasan industri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Temu Dialog Pengembangan Kawasan Industri Prioritas di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 103 kawasan industri yang beroperasi, dengan total cakupan wilayah 55.000 hektare. Selain itu, ada 15 kawasan industri yang masih dalam proses konstruksi dan 10 kawasan industri pada tahap perencanaan. “Dari 103 kawasan industri yang sudah operasional, sebanyak 58 di antaranya berlokasi di Pulau Jawa,” tutur Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sisanya, terletak di Pulau Sumatera (33 kawasan industri), Kalimantan (8 kawasan industri), dan Sulawesi (4 kawasan industri). Sejak tahun 2014, ada peningkatan hingga 20 kawasan industri.

Agus menegaskan, dalam upaya mendorong pemerataan ekonomi yang inklusif, pemerintah berusaha melakukan pengembangan kawasan industri di luar Jawa dalam rangka mewujudkan Indonesia sentris.

Ke depannya, kawasan industri di Pulau Jawa akan difokuskan pada pengembangan industri teknologi tinggi, industri padat karya, dan industri dengan konsumsi air rendah. Sedangkan, kawasan industri di luar Jawa lebih difokuskan pada industri berbasis sumber daya alam, peningkatan efesiensi sistem logistik dan sebagai pendorong pengembangan kawasan industri sebagai pusat ekonomi baru.

“Pengembangan pusat-pusat ekonomi baru ini perlu terintegrasi dengan pengembangan perwilayahan termasuk dalam pembangunan infrastruktur sehingga dapat memberi efek positif yang maksimal dalam pengembangan ekonomi wilayah,” papar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Selama ini, aktivitas industrialisasi memberikan efek berganda yang luas bagi perekonomian nasional, mulai peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga penerimaan devisa dari ekspor.

Kementerian Perindustrian mencatat, investasi sektor industri pada semester I tahun 2019 mencapai Rp 104,6 triliun. Penyumbang investasi terbesar dari sektor industri logam, mesin, dan elektronik yang menyentuh angka Rp 266,13 triliun, diikuti industri makanan sebesar Rp 257,47 triliun.

Selanjutnya, industri kimia dan farmasi yang mencapai Rp 217 triliun, industri mineral nonlogam sebesar Rp 98,75 triliun, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar Rp 96,70 triliun.



Sumber: Suara Pembaruan