Presiden Instruksikan Dirut Pertamina Pangkas Impor Migas

Presiden Instruksikan Dirut Pertamina Pangkas Impor Migas
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan usai melakukan inspeksi mendadak di RSUD Kota Cilegon, Banten, Jumat 6 Desember 2019, untuk memeriksa pelayanan BPJS Kesehatan. ( Foto: Antara / Bayu Prasetyo )
Novy Lumanauw / YUD Selasa, 10 Desember 2019 | 16:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memangkas volume impor migas. Presiden juga meminta Pertamina menerapkan penggunaan bahan bakar nabati atau biodiesel B20 agar dapat membantu pemerintah mengatasi defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan.

“Saya ingin urusan yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan kita bisa diturunkan dengan cara impor migas dikendalikan dengan baik dan juga lifting produksi minyak dan gas juga bisa dinaikkan. Intinya Pertamina menyanggupi itu," kata Presiden Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Pada Senin (9/12), Presiden Jokowi telah memanggil Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama untuk membahas tentang langkah-langkah konkret yang ditempuh Pertamina dalam rangka mengurangi impor migas, meningkatkan lifting produksi migas, dan penggunaan bahan bakar nabati B20.

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pembangunan kilang minyak oleh Pertamina harus segera dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi minyak sehingga dapat mengurangi impor minyak.

"Pembangunan kilang minyak itu harus, masak sudah 34 tahun kita enggak bisa membangun kilang minyak. Kebangetan. Saya suruh kawal betul, akan saya ikuti juga perkembangan dan persentasenya sampai sejauh mana," katanya.

Presiden Jokowi menyatakan akan mengikuti perkembangan instruksinya dan meminta laporan berkala dari Pertamina.

Selain itu, terkait kebijakan mandatori biodiesel 20% atau B20, Presiden Jokowi telah memberikan target agar pada Januari 2020 implementasi kebijakan itu dapat ditingkatkan sehingga menjadi biodiesel 30% (B30).

"Penggunaan B30 yang akan dimulai awal Januari juga agar itu betul-betul dilaksanakan dan dikawal sehingga juga bisa menurunkan impor minyak kita," kata Presiden Jokowi.

 

 



Sumber: Investor Daily