Jokowi Lepas Ekspor Isuzu Traga ke Filipina

Jokowi Lepas Ekspor Isuzu Traga ke Filipina
Presiden Joko Widodo didampingi Presiden Direktur PT Astra International Tbk (lima dari kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (keempat dari kiri) dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju melepas ekspor perdana Traga ke Filipina di pabrik Isuzu di Karawang, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. (Foto: BeritaSatu Photo)
Yudo Dahono / YUD Kamis, 12 Desember 2019 | 14:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta industri otomotif bisa meningkatkan ekspor sebesar tiga kali lipat dari saat ini hingga 2024 mendatang. Hal itu untuk meraih surplus neraca perdagangan.

“Fokus kerja pemerintah sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor. Fokus kedua adalah bagaimana meningkatkan ekspor. Itulah mengapa Saya mau datang ke Isuzu, karena ada ekspor perdana Isuzu Traga. Dalam tiga tahun ke depan (Isuzu Traga) akan masuk ke 20 negara di Afrika, Asia Timur, Timur Tengah, dan Amerika Selatan,” tutur Presiden Jokowi saat melepas ekspor 6.000 unit Isuzu Traga ke Filipina dari Pabrik PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, ekspor yang dilakukan Isuzu itu merupakan yang diinginkan pemerintah. Jika ekspor semakin meningkat, defisit transaksi berjalan Indonesia semakin mengecil dan neraca perdagangan bisa surplus. Jika Indonesia kuat diekspor, tentu tidak akan ditekan negara-negara lain. “Kita dengan negara manapun berani,” ujar dia.

Saat ini, ekspor otomotif Indonesia sekitar 300.000 unit dengan nilai sekitar US$ 8 miliar per tahun. Presiden meminta seluruh pelaku industri otomotif meningkatkan menjadi tiga kali lipat pada tahun 2024 dengan nilai ekspor mencapai US$ 24 miliar.

“Saya minta Pak Prijono sampaikan ini ke seluruh keluarga besar otomotif. Tahun 2024 minimal satu juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya bagaimana? Saya tidak mau tahu,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, sebagai bangsa, jangan pernah pesimistis dengan angka-angka. Target tiga kali lipat harus diperoleh.
Dikatakan, pesimistis kerap muncul karena tidak adanya kerja dengan target yang terukur dan realistis.

“Saya yakin bisa terwujud, defisit transaksi berjalan bisa teratasi. Negara kita akan menjadi production hub otomotif, ekspor ke semua negara. Itu target yang ingin kita capai dalam lima tahun ke depan. Ruang itu terbuka lebar. Makanya saya menghargai Isuzu Astra Motor Indonesia bisa melakukan ekspor perdana,” papar Presiden.

Bidik 20 negara
Pada kesempatan itu, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto menjelaskan, pada tahap awal, mobil pikap Traga, yang berasal dari kata Ekstra Lega, akan diekspor sebanyak 6.000 unit ke Filipina.

“Ini langkah awal, karena menurut studi kami, mobil ini bisa diekspor ke lebih dari 20 negara di Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika,” ujar Prijono.

Ia menjelaskan, ekspor otomotif dari tahun ke tahun terus meningkat pesat. Berdasarkan data Gaikindo, tahun ini ekspor CBU sebanyak 300.000 unit dengan nilai US$ 8 miliar. Angka ekspor otomotif itu sebesar 5% dari total ekspor nasional yang mencapai sekitar US$ 183 miliar.

“Kami beruntung, 78 persen dari ekspor otomotif itu berasal dari grup kami (Astra) yang diekspor ke 68 negara,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily mengatakan, Filipina nyaris memiliki karakter yang sama dengan Indonesia. Termasuk untuk pasar light truck, seperti Traga. Ia yakin Traga yang di Filipina diganti namanya menjadi Traviz bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Apalagi, Isuzu saat ini memimpin pasar otomotif di Filipina.

Ernando menjelaskan, di Indonesia, sejak Traga diluncurkan pada April 2018, penjualannya terus meningkat. Animo masyarakat terhadap pikap berkapasitas 2.500 cc ini sangat tinggi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari hingga Oktober 2019, Traga sudah terjual 4.830 unit dengan pangsa pasar 16,9% dan berada di urutan kedua kendaraan komersial ringan (Light Comercial Vehicle/LCV).

Ia yakin, hingga akhir tahun ini penjualan Traga akan mencapai 6.500 unit dan tahun depan bisa melejit di angka 9.000 unit.

“Kami menargetkan tahun depan bisa meraih pangsa pasar 25 persen,” ujar dia.

Dijelaskan, khusus di Filipina, mesin Traga mengikuti regulasi pemerintah dengan standar emisi gas buang Euro 4. Roda kemudi diubah menjadi posisi kiri. Selebihnya, tidak berbeda dengan yang ada di Indonesia.

Menurut Ernando, di Filipina, Traga akan dibuat menjadi mobil penumpang, selain angkutan barang. Ia yakin, Traga bisa diterima dengan baik di Filipina. Tentunya, jika penyerapan tinggi, volume pengiriman juga akan ditingkatkan. Selain Filipina pihaknya juga tengah membidik ekspor Traga ke 20 negara. Tahun depan, setidaknya akan menggarap negara-negara ASEAN seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar. Setelah itu negara-negara lainnya yang memiliki segmen pikap seperti negara-negara di kawasan Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika.

Ditambahkan, pabrik Isuzu Karawang Plant memiliki luas lahan 30 hektare dengan kapasitas regular 52.000 unit per tahun dan dapat dioptimalkan hingga menjadi 80.000 unit per tahun. Pabrik Isuzu Indonesia ini merupakan salah satu langkah untuk mengantarkan Isuzu lebih dekat dengan visinya, yakni menjadi pemain dominan di segmen yang dilayani di Indonesia dan sebagai basis produksi kelas dunia di grup Isuzu.

Isuzu Traga

Division Head Technical and Plant PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Rodko Purba menjelaskan, pihak prinsipal Isuzu di Jepang memilih Indonesia dipilih menjadi base production Traga pada 2015, ketika Isuzu baru saja meresmikan pabrik besar di Karawang. Pihak Isuzu di Jepang memikirkan utilisasi pabrik Isuzu di Karawang itu yang masih rendah yakni hanya 23% dari kapasitas pabrik 52.000 unit per tahun untuk memproduksi Elf dan Giga Series.

“Indonesia dipercaya melahirkan Traga. Sejak awal sudah didesain bahwa Traga ini diproduksi di Indonesia dan akan dijual ke berbagai negara,” ujar dia.

Padahal, di luar Jepang, Isuzu juga memiliki pabrik di Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, Tiongkok, dan India. Pemilihan Indonesia sebagai basis produksi Traga juga karena melihat kebutuhan mobil pikap yang tinggi di Indonesia.

“Saat kita minta, ternyata pihak (Isuzu) Jepang menyetujui. Sebab, pasarnya besar,” ujar Rodko.

Mesin Traga menggunakan mesin Panther yang legendaris yakni mesin 4JA1-L kapasitas 2.500 cc. Mesin ini terbukti tangguh, andal, irit BBM, dan perawatan mudah. Menurut dia, performa Traga lebih unggul ketimbang kompetitor karena memiliki torsi maksimum 19,5 kgm dan tenaga 80ps. Traga didukung sistem transmisi lima percepatan dan memiliki radius putar 4,5 meter.



Sumber: BeritaSatu.com