Indef: Harga Avtur Pertamina Bersaing di Asia Tenggara

Indef: Harga Avtur Pertamina Bersaing di Asia Tenggara
Sejumlah petugas mengisi avtur ke sebuah pesawat komersil milik maskapai Citilink Indonesia. ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Asni Ovier / AO Jumat, 13 Desember 2019 | 15:53 WIB

Jakarta. Beritasatu.com - Harga avtur Pertamina dinilai sangat bersaing dengan bahan bakar sejenis di sejumlah bandar udara di kasawan Asia Tenggara. Bahkan, harga avtur pertamina lebih murah dari harga bahan bakar minyak (BBM) sejenis di luar negeri.

"Harga avtur Pertamina lebih murah dari harga BBM sejenis di luar negeri," kata pengamat dari Instute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda di Jakarta, Jumat (13/12/2019). Dikatakan, harga avtur Pertamina lebih rendah dibandingkan avtur di berbagai negara di Asia.

Dia mencontohkan, pada September 2019, harga avtur di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rp 8.658,55 per liter, sementara di Bandara Juanda Surabaya sebesar Rp 9.585,07 per liter. Harga tersebut juga jauh lebih murah dibandingkan Singapura Rp 10.853,95 per liter, Kuala Lumpur Rp 9.594,29 per liter, dan Manila Rp 12.206,00 per liter.

"Bila dibandingkan dengan harga avtur di Bandara Narita Tokyo, juga jauh lebih murah. Di sana harga avtur sebesar Rp 14.647,20 per liter. Harga avtur Pertamina jauh lebih rendah," ujar Huda.

Saat ini, Pertamina memberikan potongan harga 20% di beberapa bandara. Langkah itu, ujar Huda, semakin menambah daya saing avtur Pertamina dengan negara lain yang diharapkan akan membawa pengaruh terhadap harga tiket pesawat.

“Kita menyambut baik kabar (diskon) harga avtur oleh Pertamina tersebut. Meski, sebenarnya, sebelum ini pun harga avtur Pertamina sudah relatif lebih murah dibandingkan dengan harga avtur di negara lain," lanjutnya.

Dengan selisih harga avtur yang cukup besar itulah, Huda berharap, harga tiket pesawat dapat diturunkan. Namun demikian, ujarnya, penurunan harga tiket pesawat tak semata-mata dipengaruhi oleh harga avtur. Hal itu terbukti ketika beberapa waktu lalu harga avtur Pertamina turun, ternyata tiket pesawat tetap tinggi.

Menurut Huda, avtur bukan satu-satunya komponen yang berpengaruh terhadap harga tiket pesawat, namun faktor kondisi persaingan di maskapai juga mempengaruhi harga tiket. Oleh karena itu, tambahnya, penurunan harga avtur memang tidak secara signifikan berdampak terhadap harga tiket pesawat.

"Menurut saya penurunan harga avtur tidak akan signifikan terhadap penurunan harga tiket pesawat. Ketika avtur Pertamina akhir tahun kemarin turun, misalnya, harga tiket pesawat tetap naik," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan