APPSI Tegaskan Tolak Lokasi Pasar Modern Dekat dengan Pasar Tradisional

APPSI Tegaskan Tolak Lokasi Pasar Modern Dekat dengan Pasar Tradisional
Ilustrasi pedagang pasar tradisional. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / FMB Senin, 16 Desember 2019 | 21:43 WIB

Banten, Beritasatu.com - Rencana pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (Perpres) Nomor 112 Tahun 2007 ditolak Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Pasalnya, kebijakan tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern itu mengubah jarak antara pasar tradisional dengan ritel modern.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum APPSI, Ferry Juliantono yang didampingi Ketua APPSI Banten, Yayan Sofyan ketika mengunjungi Pasar Induk Rau, Serang, Banten pada Senin (16/12/2019).

Pernyataannya merujuk pada kebijakan pemerintah terkait syarat pendirian ritel modern. Dalam Pasal 3 Ayat 1 perpres tersebut disebutkan lokasi pendirian pusat perbelanjaan dan toko modern wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk peraturan zonasinya. Peraturan ini diusulkan untuk dihilangkan karena menghambat ekspansi usaha ritel. Tarik ulur revisi perpres ini tidak kunjung kelar sejak tahun 2015.  

"APPSI ingin lingkungan usaha pedagang pasar tidak terganggu dengan keberadaan ritel modern yang keberadaannya sangat dekat dengan lokasi pasar tradisional," ungkap Ferry.

Terkait hal tersebut, Ferry menegaskan pihaknya akan mengadukan permasalahan tersebut kepada Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, sehingga penetapan zonasi antara pasar tradisional dengan toko modern tidak merugikan para pedagang. "Dalam waktu dekat APPSI ingin mengadukan masalah ini kepada Komisi VI DPR RI," kata Ferry.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry mengungkapkan APPSI Banten akan mengembangkan bisnis pengadaan barang, antara lain distribusi telur, gula dan beras, serta membangun pengemasan minyak goreng.

"Kegiatan ini akan menjadi salah satu prioritas APPSI bersama Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) di seluruh indonesia," tambahnya.

APPSI dan Inkoppas lanjutnya akan menjadi mitra pemerintah karena pasar merupakan benteng perekonomian nasional.

"Semua pihak diharapkan memperhatikan keberadaan pasar dan pedagangnya, karena sebenarnya ini adalah tulang punggung ekonomi rakyat," tandas Ferry.



Sumber: Suara Pembaruan