Bekraf Beri Bantuan kepada Semua Pelaku Ekraf di Indonesia

Bekraf Beri Bantuan kepada Semua Pelaku Ekraf di Indonesia
Wishnutama Kusubandio (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menanggapi pemberitaan wisata muslim di Toba dan Bali. (13/11) ( Foto: Kemenparekraf / IST )
Alexander Madji / AMA Selasa, 17 Desember 2019 | 12:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan bantuan kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Indonesia agar bisa berkembang lebih pesat lagi.

"Ekraf itu di luar kota besar bisa berkembang lebih pesat jika bisa di monetize dan kita memanfaatkan kehadiran pariwisata melalui turis untuk dapat digunakan buat posituf untuk pelaku Ekraf. Melalui bantuan dari Bekraf sangat bermanfaat bagi kreatifitas masyarakat," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishutama sebagaimana disampaikan dalam pernyataan tertulis kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, Ekraf harus bisa dirasakan hingga kota-kota kecil, bahkan sampai pedesaan. Melalui pariwisata maka eknomi kreatif bisa dirasakan sehingga kesejahteraan rakyat semakin terlihat.

"Saat wisatawan datang maka buat ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung masyarakat lokal tersebut dan itu kita lakukan di Labuan Bajo," tambahnya.

Deputi infrastruktur Baparekraf Hari Santosa Sungkari menambahkan, revitalisasi dibutuhkan para pelaku Ekraf dalam menghasilkan karya mulai dari musik, fashion, kuliner hingga pertunjukan agar bisa meraih hasil lebih cepat. "Harus ada peningkatan ekonomi sehingga masyarakat bisa berkarya dan bertambah nilai ekonomi," lanjutnya.

Sejak dibukanya penerimaan proposal Bantuan Pemerintah Bekraf 2019 pada 1 Desember 2018 sampai dengan 28 Februari 2019, kata dia, Bekraf telah menerima sebanyak 1.167 proposal. Kemudian proposal-proposan itu diseleksi secara ketat mulai dari administrasi, teknis, hingga verifikasi lapangan. Hingga akhirnya, terkurasi sebanyak 44 pengusul yang ditetapkan sebagai penerima Banper Bekraf 2019.

Sementara Direktur Fasilitasi Infrastuktur Fisik Selliane Halia Ishak menambahkan, sejak 2017 sampai 2019, tercatat sebanyak 59 ruang kreatif direvitalisasi, 9.490 unit sarana, dan 1.713 teknologi informasi dan Komunikasi telah diberikan kepada 136 penerima Banper yang tersebar dari Kota Sabang sampai dengan Asmat di Papua.

"Tahun ini ada 44 penerima dari 24 revitalisasi bangunan, sarana ada 11, TIK ada 14 dan total anggaran yang dibantu di 2019 Rp 47 miliar. Semua dilakukan melalui tender, utamanya memberikan bantuan untuk memberikan pendapatan buat ekraf serta menambah tenaga kerja," urainya.



Sumber: Suara Pembaruan