Harga Minyak Menguat Ditopang Ekspektasi Permintaan 2020

Harga Minyak Menguat Ditopang Ekspektasi Permintaan 2020
Ilustrasi minyak. ( Foto: Beritasatu.com/Muhammad Reza )
/ WBP Kamis, 19 Desember 2019 | 09:29 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (19/12/2019), setelah data pemerintah AS menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah dan ekspektasi kenaikan permintaan tahun depan didukung kemajuan penyelesaian perang perdagangan AS-Tiongkok.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari sedikit menguat tujuh sen menjadi US$ 66,17 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun tipis satu sen menjadi US$ 60,93 per barel per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun 1,1 juta barel dalam sepekan yang berakhir 13 Desember menjadi 446,8 juta barel, dibandingkan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 1,3 juta barel, kata Badan Informasi Energi AS (EIA).

Sementara persediaan bensin dan sulingan minggu lalu meningkat masing-masing sebesar 2,5 juta barel menjadi 237,3 juta barel dan 1,5 juta barel menjadi 125,1 juta barel, kata EIA.

Harga minyak telah naik lebih dari satu persen pada sesi sebelumnya setelah pengumuman pekan lalu dari apa yang disebut kesepakatan perdagangan fase satu AS-Tiongkok yang mengangkat prospek ekonomi global dan meningkatkan prospek permintaan energi.

Pemotongan produksi yang lebih dalam oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, seperti Rusia, menawarkan beberapa dukungan dan mencegah penurunan harga lebih lanjut.

OPEC+, yang telah memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) sejak 1 Januari tahun ini, akan membuat pemotongan lebih lanjut sebesar 500.000 bph mulai 1 Januari untuk mendukung pasar.



Sumber: Xinhua, Antara