UMKM Jangan Terlena Fokus Bidik Ekspor, Lupa Pasar Domestik

UMKM Jangan Terlena Fokus Bidik Ekspor, Lupa Pasar Domestik
Frans Meroga Panggabean ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Rabu, 25 Desember 2019 | 12:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Mencermati derasnya dukungan berbagai pihak terhadap UMKM agar fokus membidik pasar ekspor tentunya membawa aura positif bagi masa depan pemberdayaan ekonomi kerayakatan. Namun pakar Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan Frans Meroga Panggabean mengingatkan bahwa hal tersebut jangan sampai membuat lupa akan pentingnya menekan impor dan menguasai pasar domestik.

“Karena hal ini sejalan dengan seruan Presiden Jokowi baru-baru ini yang meminta agar pelaku pasar UMKM tak hanya berfokus pada pasar ekspor, namun juga meningkatkan pasar domestik,” ujar Frans di Jakarta, Selasa (24/12/2019).

Disebutkan sesuai rilis BPS didapati fakta bahwa akumulasi jumlah impor barang konsmsi mencapai US$ 14,76 miliar atau 9,45% dari toal seluruh impor, yang sebagian besar barang konsumsi tersebut adalah produk pertanian.

Menurutnya, apabila hanya sebatas kategori barang konsumsi, hasil produksi UMKM di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan sebenarnya mampu bersaing mutunya dengan barang impor jenis yang sama.

Masalah terbesar adalah harga yang seringkali kalah murah dari produk impor mengingat panjangnya supply chain yang dilalui produk pertanian dalam negeri tersebut.

“Masalah inilah yang harus diperbaiki pemerintah, selain desain dan kemasan yang menarik sehingga produk UMKM bisa berkompetisi dengan produk impor,” ujarnya

Untuk mewujudkan hal itu menurut Frans membutuhkan komitmen kuat dari semua pemangku kepentingan agar hal itu dapat menjadi kenyataaan.

Selain itu harus mampu mewujudkan swasembada pangan dan menekan angka pengangguran dengan melahirkan petani-petani baru. Perwujudan swasembada tersebut akan sejalan dengan rencana pemerintah yang mendorong agar porsi pernyaluran kredit usaha rakyat (KUR) diprioritaskan ke sektor produksi.

Frans mengimbau agar koperasi diberikan peran yang besar dalam penyaluran KUR, karena koperasi lebih banyak bersentuhan langsung dengan UMKM. Karena diyaini banyak koperasi berkualitas dan berprestasi layak diberikan kepercayaan untuk salurkan KUR.

“Jika hal ini bisa terjadi dan berjalan baik diyakini akan mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” kata lulusan MBA dari Universite de Grenoble Perancis ini.



Sumber: Suara Pembaruan