Ganggu Iklim Investasi, Kemkominfo Tutup 1.130 Situs Streaming Ilegal

Ganggu Iklim Investasi, Kemkominfo Tutup 1.130 Situs Streaming Ilegal
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, memberi keterangan kepada media saat ditemui di perayaan Natal 2019 di kediamannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, 25 Desember 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Rabu, 25 Desember 2019 | 18:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menutup sebanyak 1.130 website streaming video yang banyak menampilkan film-film ilegal atau bajakan.

Sejumlah Menteri Hadiri Open House Natal Menkominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menegaskan, langkah ini diambil sebagai bagian dalam upaya menghormati hak kekayaan intelektual (HAKI).

"Ada 1.000 lebih situs yang terpaksa harus di-take down. Negara kita ini kan sangat menghormati yang namanya kekayaan intelektual, tentu kita juga harus menghormati kekayaan intelektual bangsa lain,” kata Johnny G Plate saat ditemui di perayaan Natal 2019, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019).

Johnny mengatakan, pembiaran terhadap maraknya website streaming film bajakan ini bisa berefek buruk bagi Indonesia yang tengah membangun iklim investasi. Karenanya, langkah pemblokiran harus dilakukan agar para investor percaya bahwa Indonesia adalah tempat yang tepat utuk berinvestasi.

"Jangan menggunakan atau meneruskan (film) bajakan. Seolah-olah kalau menonton film bajakan atau menyiarkan film-film bajakan itu lebih murah. Padahal untuk jangka panjang, ini bisa mematikan kreativitas anak-anak bangsa sendiri. Saat ini mulai dari film, nanti bisa berkembang ke yang lain. Nanti kita sebagai bangsa bisa dituduh tidak berpihak pada perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, dan itu tidak mendukung iklim investasi dan ekonomi kita,” kata Johnny.

RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan 2020

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat ini menambahkan, saat ini penanganan website streaming film bajakan masih pada tahap persuasif. Situs yang melanggar hanya diblokir dan operatornya belum dikenakan sanksi hukum. Namun, apabila pelanggaran ini dilakukan berulang, tindakan hukum akan diambil melalui koordinasi dengan pihak yang berwenang.

"Kita sedang mendidik untuk menjadi dewasa menggunakan infrastruktur digital yang kita miliki. Tetapi kalau pelanggarannya dilakukan terus-menerus, rule of law harus ditegakkan. Yang penting saat ini sudah ada kesadaran dari beberapa situs atau operator situs yang menyadari bahwa hal itu salah dan berhenti,” kata Johnny.

Salah satu website streaming video yang memutuskan untuk menghentikan layanannya adalah INDOXXI. Situs tersebut akan menghentikan penayanan film di website-nya terhitung mulai tanggal 1 Januari 2020.

Ketimbang membuat situs ilegal, Johnny juga menghimbau kepada para operator situs untuk membuat website atau aplikasi streaming film secara legal.

"Kalau ingin punya situs atau aplikasi film, silahkan ajukan izin. Kami akan memfasilitasi. Kami senang sekali mendukung aplikasi dalam negeri yang semakin berkembang. Jangan malah membuat website atau aplikasi yang justru mengedarkan film-film ilegal dan bajakan," tegas Johnny.



Sumber: BeritaSatu.com