Waralaba Kuliner Tahu Isi Tapisi Jajaki Pasar Global

Waralaba Kuliner Tahu Isi Tapisi Jajaki Pasar Global
Founder Tapisi, Akbar Temmuyin Sani saat media gathering di Jakarta, Jumat (27/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 27 Desember 2019 | 19:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Waralaba kuliner lokal, Tapisi pada 2020 akan ekspansi ke luar negeri dengan mengemban misi memperkenalkan cemilan gorengan asli Indonesia ke Asia Tenggara.

"Untuk tahap awal, kami sudah melakukan penjajakan pasar ke Malaysia," kata Founder Tapisi, Akbar Temmuyin Sani saat media gathering di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Dia mengatakan, Malaysia dipilih karena ongkos sewa tempat usaha di sana masih terjangkau. Selain Singapura, Tapisi juga akan melakukan penetrasi pasar ke Brunei Darussalam dan Singapura. "Sasaran mitra Tapisi adalah usaha kecil menengah (UKM)," kata pemilik Hot Sexy Chicken Resto ini.

Dia berharap, waralaba gorengan yang dijajakan dengan gerobak ini bisa hadir di negara tersebut pada 2020. "Saya ingin memasyarakatkan tahu isi, pisang goreng, dan singkong goreng (tapisi) dikenal di mancanegara, go international," kata Akbar Temmuyin Sani.

Selain pasar luar negeri, Akbar menjelaskan, Tapisi akan memiliki mitra usaha di Bali sebanyak tujuh gerobak, Surabaya dua gerobak, Makassar dua gerobak dan Bandung tiga gerobak. "Untuk Bali, Tapisi akan hadir di Kuta, diharapkan terealisasi pada Januari 2020," kata Akbar Temuyyin Sani.

Akbar mengatakan, Tapisi juga dalam tahap pembicaraan dengan satu badan usaha yang memiliki 1.000 binaan UKM untuk diarahkan memiliki usaha jual gorengan.

Tapisi yang berdiri pada 25 November 2019 ini, sekarang sudah memiliki 78 mitra yang tersebar di wilayah Jabodetabek. "Sebelum berdiri kami sudah melakukan pre-sales," kata pria lulusan Bachelor of Science in Business Administration Hawaii Pacific University, Amerika Serikat (AS) ini.

Akbar mengatakan, sekitar 65 persen-70 persen mitra Tapisi sudah punya lokasi untuk berdagang. Syaratnya, di tempat strategis, namun tidak menggangu ketertiban umum. Jika mitra tidak memiliki lahan berjualan, pihaknya membantu menyewakan tempat di lokasi yang diperuntukkan usaha seperti pujasera atau depan minimarket. "Kami bantu sewakan untuk 1-2 bulan pertama," kata lulusan Sarjana Perhotelan ini.

Untuk menjadi mitra Tapisi, konsumen cukup mengeluarkan biaya Rp 15 juta dan akan mendapatkan satu gerobak beserta perlengkapannya, 20 porsi masing-masing untuk singkong, tahu, dan pisang.

Dengan tagline "Raja Gorengan", Tapisi ingin mengangkat citra gorengan ke level menangah atas. Untuk itu, Tapisi mengedepankan wadah packaging dengan dus kelas atas dan higienis. "Bahan baku di-vakum, pedagangnya dilengkapi sarung tangan, celemek, hingga masker," kata pemilik restoram Super Bento ini.

Untum meningkatkan penjualan, Tapisi juga menggandeng Grabfood an Gojek. "Saat ini masih dalam tahap proses," kata Akbar.

Untul pasokan baham baku pisang didatangkan dari Kalimantan. Sementara singkong dari Lampung dan Banten. Sedangkan tahu dibuat sendiri dari kedelai pilihan.

 



Sumber: BeritaSatu.com