Petrokimia Gresik Ekspor Pupuk NPS ke India

Petrokimia Gresik Ekspor Pupuk NPS ke India
Petugas mengecek kesiapan pupuk NPS di gudang Petrokimia sebelum diekspor ke India. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Petrokimia Gresik )
Leonard AL Cahyoputra / FER Selasa, 31 Desember 2019 | 19:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petrokimia Gresik, perusahan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero), kembali melakukan penetrasi pasar internasional dengan mengekspor 26.000 ton pupuk NPS 20-20-0+13S dalam bentuk curah ke India.

Petrokimia Gresik Tambah Fasilitas Bongkar Muat

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menjelaskan, India sebagai negara dengan perekonomian yang sedang berkembang pesat menjadi pasar utama pupuk NPS Petrokimia Gresik. Dimana selama tahun 2019, Petrokimia Gresik telah tujuh kali mengekspor pupuk NPS ke India, dengan total kuantum sebesar 188.980 ton.

Dia menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang menjalankan program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG), dimana perusahaan ingin mewujudkan diri menjadi produsen pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri. Sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor komersial, sebagai antisipasi atas wacana pengalihan subsidi pupuk oleh pemerintah.

"Oleh karena itu kami saat ini tengah fokus memperkuat pasar pupuk komersial, baik domestik maupun mancanegara," ujar Rahmad dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (31/12/2019)

Untuk memperkuat captive market di India, pada November 2019 kemarin, Petrokimia Gresik telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gujarat State Fertilizers and Chemical untuk kuantum 200.000 ton pupuk NPS yang akan diekspor pada tahun mendatang.

Petrokimia Gresik Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

Selain pupuk NPS, India juga menjadi negara tujuan ekspor pupuk jenis Urea dan ZK. Hingga penghujung tahun 2019, Petrokimia Gresik tercatat telah mengekspor ke India pupuk Urea sebesar 133.000 ton dan ZK 800 ton. Dengan demikian, total ekspor pupuk komersil Petrokimia Gresik ke India mencapai 323.000 ton.

"Untuk memperluas penetrasi ekspor, Petrokima Gresik juga aktif menjajaki kerja sama penjualan ke pembeli di negara lain, terutama di Asia dan Afrika,” ujar Rahmad.

Petrokimia Gresik saat ini memiliki kapasitas produksi pupuk dan non-pupuk sebesar 8,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, Rahmad memastikan, ekspor dilakukan setelah pihaknya tuntas memenuhi alokasi pupuk bersubsidi sebagai upaya Petrokimia Gresik mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Sedangkan penetrasi pasar ekspor adalah upaya Petrokimia Gresik mendukung pemerintah dalam menekan defisit neraca perdagangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Rahmad.



Sumber: Investor Daily