Ekspor Produk Industri Ditargetkan Naik Jadi US$ 142 Miliar

Ekspor Produk Industri Ditargetkan Naik Jadi US$ 142 Miliar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi jajaran eselon I Kemperin. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 6 Januari 2020 | 22:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) memproyeksikan pada 2020 ekspor produk industri bakal menembus US$ 136,3 miliar – US$ 142,8 miliar.

"Sedangkan pada tahun 2019, ekspor produk industri diharapkan mencapai US$ 123,7 miliar – US$ 129,8 miliar," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada jumpa pers Kementerian Perindustrian mengenai “Kinerja Tahun 2019 dan Outlook Pembangunan Industri Tahun 2020” di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, industri manufaktur menjadi sektor yang menyumbang paling besar pada nilai ekspor nasional. Sepanjang periode Januari-Oktober 2019, ekspor produk manufaktur mencatatkan senilai US$ 105,11 miliar.

Adapun tiga sektor yang menjadi kontributor terbesar terhadap nilai ekspor tersebut, yakni industri makanan dan minuman sebesar US$ 21,73 miliar, diikuti industri logam dasar sekitar US$ 14,64 miliar, serta industri tekstil dan pakaian jadi sebesar US$ 10,84 miliar.

“Oleh karena itu, sektor industri terus didorong untuk mampu meningkatkan nilai ekspor nasional, baik itu melalui peningkatan daya saing produk industri maupun perluasan pasar ekspor ke negara-negara tujuan ekspor baru,” tutur Agus Gumiwang Kartasasmita.

Di sisi lain, industri pengolahan juga merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap penerimaan pajak. Sampai dengan kuartal III-2019, kontribusinya 29,23 persen dari penerimaan pajak neto nasional, atau sebesar Rp 245,60 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com