Pertamina MOR V Diminta Kampanyekan Gas Elpiji Khusus Orang Miskin

Pertamina MOR V Diminta Kampanyekan Gas Elpiji Khusus Orang Miskin
Anggota DPR Komisi VII Charles Meikyansah (tengah) bersama Region Manager RPD Pertamina MOR V Ambar Dwi Sustomo (kiri) dan Region Manager Retail Sales Pertamina MOR V Asep Wicaksono Hadi (kanan) saat kunjungan DPR Komisi VII di Terminal BBM Surabaya Group di Surabaya, Rabu (8/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 8 Januari 2020 | 20:54 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V diminta memelopori kampanye gas elpiji 3 kilogram (kg) khusus untuk orang miskin agar penyalurannya tepat sasaran.

Anggota DPR Komisi VII, Charles Meikyansah, mengatakan, masih ditemukannya orang yang sebenarnya tidak berhak namun tetap menggunakan elpiji 3 kg menjadi alasan untuk dilakukan kampanye tersebut.

"Karena itu, kami usulkan kepada Pertamina MOR V supaya ada kampanye gas elpiji 3 kg untuk orang miskin. Sebuah program kecil tetapi saya yakin akan memberikan efek domino yang lebih besar, bukan saja di Jatim tetapi juga bagi daerah-daerah di Indonesia,” kata Charles di sela kunjungan ke Terminal BBM Pertamina MOR V di kawasan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (8/1/2020).

Charles menyatakan, masalah penyaluran elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran adalah klasik dan sudah lama terjadi. Sehingga harus ada upaya yang kongkret untuk mengatasinya.

"Dengan program kampanye ini, PSO tidak akan stag tapi bisa membangun kesadaran dan rasa malu bagi mereka yang mampu dan tidak berhak menggunakannya. Sehingga, ke depan tidak terjadi lagi, dan keberadaan elpiji bersubsidi harus tepat sasaran," ujarnya.

Charles mengakui, Pertamina tidak akan bisa melakukan pengawasan sendiri di lapangan agar tidak terjadi penyimpangan penyaluran elpiji 3 kg.

"Oleh karena itu, kita berharap Pertamina juga memperkuat kerjasama dengan Pemprov, Pemda dan kepolisian di daerah,” katanya.

Manager Retail Sales MOR V, Asep Wicaksono Hadi mengakui salah sasarannya elpiji ukuran 3 kg untuk orang yang mampu lebih karena minimnya pengawasan di lapangan. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengawas lapangan terkait hal tersebut.

"Kami sangat mendukung upaya untuk kembali mengkampanyekan bahwa elpiji ukuran 3 kg untuk orang miskin, agar membuka kesadaran masyarakat mengenai peruntukan elpiji tersebut,” ujar Asep.

Selain itu, lanjut Asep, diperlukan komitmen bagi petugas dan pengawas di lapangan untuk terus mengawasi proses distribusi elpiji 3 kg agar tidak salah sasaran.

Kunjungan Komisi VII DPR RI itu selain untuk mengevaluasi kinerja Pertamina di daerah juga untuk memantau dan mengawasi penyaluran serta pemanfaatan BBM kepada masyarakat di Jawa Timur.



Sumber: Investor Daily