Komisi VII DPR Apresiasi Kinerja Pertamina MOR V

Komisi VII DPR Apresiasi Kinerja Pertamina MOR V
Kunjungan anggota Komisi VII DPR RI di Terminal BBM Surabaya Group di Surabaya, Rabu (8/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 8 Januari 2020 | 20:59 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Komisi VII DPR mengapresiasi kinerja Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V selama libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Pertamina MOR V dinilai mampu mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dengan baik di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Pertamina Patra Niaga Resmikan Kantor Baru di Surabaya

Anggota DPR Komisi VII, Charles Meikyansah, mengatakan ada banyak peningkatan untuk bahan bakar tertentu, seperti premium dan solar selama libur Natal dan Tahun Baru.

"Performance MOR V membuat kami berbesar hati, sebab hal-hal yang ditemukan seperti kelangkaan bisa diantisipasi secara baik," kata Charles di sela acara kunjungan Komisi VII DPR ke Terminal BBM Surabaya Group di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (8/1/2020).

Charles berharap, pada 2020 Pertamina MOR V bisa mempertahankan kinerja itu dan tetap bisa mengantisipasi kelangkaan dengan baik, tanpa adanya penambahan volume BBM yang membuat stok berlebih.

"Kami melihat untuk tahun 2020 Pertamina MOR V sudah ada arah yang lebih baik, dari segi perencanaan maupun efektif dan efisien, sehingga diharapkan tahun ini bisa lebih baik," katanya.

Pertamina Uji Operasi SPBU Baru di Tol Trans Jawa

Sebelumnya, Pertamina MOR V mencatat konsumsi BBM jenis gasoline (premium, pertalite, pertamax, pertamax turbo) di Jawa Timur, khususnya di ruas tol mengalami kenaikan rata-rata sebesar 3 persen selama libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, mengatakan, kenaikan tertinggi tercatat di SPBU sepanjang ruas tol Ngawi hingga Malang dan Probolinggo yang naik 59 persen.

Rata-rata konsumsi gasoline di Jatim mencapai 14.080 kiloliter (KL)/hari atau naik 3 persen dari rata-rata normal harian yang berada di angka 13.640 KL/hari.

Kenaikan tertinggi ada pada jenis pertalite dan pertamax yang mencapai 5 persen, sedangkan untuk produk gasoil yang meliputi solar, dexlite serta pertamina dex mengalami penurunan sebesar 12 persen dari rata-rata normal harian. Hal ini karena berkurangnya operasional kendaraan besar seperti truk dan angkutan barang pada Natal dan Tahun Baru 2020.



Sumber: Investor Daily