Diskriminasi Sawit RI, Jokowi: Ngapaian Ekspor CPO ke Uni Eropa

Diskriminasi Sawit RI, Jokowi: Ngapaian Ekspor CPO ke Uni Eropa
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Novy Lumanauw / WBP Kamis, 9 Januari 2020 | 11:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempedulikan larangan Uni Eropa mengimpor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dari Indonesia. Kepala Negara menyatakan lebih baik menggunakan CPO untuk kebutuhan dalam negeri dari pada mengekspor ke Uni Eropa.

“Uni Eropa mau banned sawit kita, ya kita tenang-tenang saja. Kita pakai sendiri. Ngapaian harus ekspor ke sana,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1).

Pertanyakan Diskriminasi Sawit, Wamenlu Surati Komisi Dagang Eropa

Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Perundingan IEU-CEPA Diyakini Rampung Pertengahan 2020

Di hadapan para duta besar berkuasa penuh Republik Indonesia yang ditugaskan ke berbagai negara sahabat, Presiden Jokowi mengatakan, Pemerintah saat ini sedang menyusun strategi untuk memproduksi Biodiesel 20 (B20), B30, dan B50 dalam bahan bakar minyak. Kebijakan itu ditempuh untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia terhadap semua negara di dunia.

“Strategi ini yang sedang kita bangun. Strategi besar bisnis negara baru kita proses rancang, implementasi agar betul-betul kita tidak ada ketergantungan dengan negara lain,” kata Presiden Jokowi.

Uni Eropa mencatat bahwa impor CPO dalam lima tahun terakhir relatif stabil dengan rata-rata 3,6 juta ton atau 2,3 miliar euro per tahun. Selain itu, pangsa pasar CPO Indonesia di Uni Eropa tetap merupakan yang terbesar, yakni sekitar 49 persen.



Sumber: Investor Daily