Pasca-IPO, Cisadane Sawit Targetkan Kenaikan Produksi 15%

Pasca-IPO, Cisadane Sawit Targetkan Kenaikan Produksi 15%
Sawit pipilan. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)
Thereis Kalla / WBP Kamis, 9 Januari 2020 | 11:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) memproyeksikan kenaikan produksi sebesar 15 persen di tahun 2020. Perseroan menargetkan bisa menghasilkan 350.000 ton Tandan Buah Segar (TBS) dan lebih dari 62.000 ton minyak sawit menrah (crude palm oil/CPO).

Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sendjaja menyatakan optimistis, hasil produksi dapat naik seiring profil umur tanaman kelapa sawit yang relatif muda sehingga menjamin keberlanjutan peningkatan produksi setiap tahunnya.

“Tentu akan naik, diharapkan lebih dari 15 persen. Sekarang saya tidak bisa prediksi, karena ada faktor cuaca, namun dengan profil tanaman kami yang masih banyak tanaman muda, otomatis setiap tahun untuk beberapa tahun ke depan produksi kami masih akan meningkat,” ujar Seman Sendjaja seusai pencatatan perdana (listing) saham di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Dalam penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham, emiten produsen kelapa sawit ini melepas sejumlah 410 juta saham baru. Besaran saham baru yang diterbitkan tersebut setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun saham CSRA ditawarkan dengan harga saham sebesar Rp 125 per saham. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Seman mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil IPO sekitar Rp 51,2 miliar, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. “Kami harapkan dana yang dikumpulkan sekitar Rp 51 miliar, dan hasil proceed dari IPO kami gunakan untuk working capital untuk membeli TBS dari masyarakat, membeli pupuk dan dan pembayaran kontraktor untuk biaya sewa alat berat dan konstruksi,” ujar Seman Sendjaja.

Seman menambahkan, pada masa penawaran, CSRA mengalami oversubscribed lebih dari 3 kali.

Cisadane Sawit Raya menjadi emiten ke tiga yang melakukan listing di BEI pada tahun 2020. Saham CSRA naik 87 poin atau 69,6 persen ke level Rp 212 pada perdagangan perdananya.



Sumber: Investor Daily