Pemerintah Bentuk BLU Pengelola LRT Palembang

Pemerintah Bentuk BLU Pengelola LRT Palembang
LRT Palembang. ( Foto: ANTARA )
Thresa Sandra Desfika / FER Minggu, 12 Januari 2020 | 17:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah membentuk Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (Sumsel) yang bakal mengelola dan mengusahakan aset-aset terkait Light Rail Transit atau LRT Palembang. Balai tersebut merupakan badan layanan umum (BLU) pertama di bidang perkeretaapian.

LRT Palembang Layani 2 Juta Penumpang

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemhub, Zulfikri menjelaskan, pembentukan BLU itu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 938/KMK.05/2019 tentang Penetapan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan pada Kementerian Perhubungan sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum pada 26 Desember 2019.

"Selamat kepada kita semua yang telah berhasil melahirkan BLU pertama ini. Tujuan utamanya adalah bagaimana kita bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan juga bagaimana hal ini bisa menambah kesejahteraan bagi pegawai dalam rangka memberikan pelayanan tersebut,” ujar Zulfikri dalam keterangannya, Minggu (12/1/2020).

Zulkifli menambahkan, dengan BLU ini nantinya LRT Palembang bisa lebih fleksibel dalam pengelolaan dan pengusahaan aset- asetnya.

Jam Operasional LRT Palembang Akan Ditambah

Dengan pengusahaan aset ini, diharapkan LRT Palembang bisa mendapatkan dana yang nantinya bisa digunakan membiayai proses jalannya roda organisasi dan ke depan tidak menutup kemungkinan bisa digunakan untuk menutup biaya operasi.

"Ke depan, kita akan usahakan ada lagi BLU lahir di Direktorat Jenderal Perkeretaapian karena potensi untuk itu masih terbuka. Misalnya, kita punya Balai Pengujian Perkeretaapian, Balai Perawatan Perkeretaapian, dan juga Balai Teknik yang memungkinkan untuk menjadi BLU,” ungkap Zulfikri.

Sebagai informasi, sejak beroperasi pada Juli 2018 sampai dengan awal Januari 2020, jumlah penumpang yang telah diangkut LRT Palembang sebanyak 3.67 juta orang.

Waktu tempuh LRT Palembang dari Stasiun Bandara ke Stasiun DJKA adalah 47 menit yang sebelumnya 60 menit. Headway yang tadinya 30 menit menjadi 18 menit dan frekuensi perjalanan kereta dari 58 perjalanan menjadi 78 perjalanan.



Sumber: BeritaSatu.com