Startup Logistik Waresix Raih Dana Tambahan US$ 11 Juta

Startup Logistik Waresix Raih Dana Tambahan US$ 11 Juta
Direksi startup logistik Waresix. Dari kiri ke kanan: Hera (Head of People), Michael Gani (Chief Product Officer), Andree (CEO), Eric (Chief Operating Officer), Edwin (CFO), Dian (Head of Finance) ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 14 Januari 2020 | 10:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Waresix, platform jasa truk dan pergudangan, mengumumkan pendanaan tambahan US$ 11 juta dari EV Growth dan Jungle Ventures.

Kurang dari enam bulan setelah mengumumkan meraih US$14,5 juta pada putaran pendanaan Seri A yang dipimpin oleh EV Growth pada Juli 2019, Waresix hari ini menyatakan mendapatkan tambahan modal US$11 juta dalam perpanjangan putaran pendanaan tersebut. Dalam 18 bulan terakhir, perusahaan berhasil menghimpun modal US$27,1 juta. Perusahaan juga menopang pertumbuhannya menggunakan pinjaman dan fasilitas modal kerja dari bank dan institusi finansial lain yang terkemuka di regional.

“Sejak diluncurkan pada kuartal IV/2018, layanan truk dan transportasi antarkota kami terus tumbuh pesat sepanjang 2019. Dana tambahan ini semakin mempertegas kepercayaan para investor utama dan akan membantu kami memperkuat dominasi pasar sambil mempersiapkan putaran pendanaan Seri B pada 2020,” kata Andree Susanto, CEO Waresix, dalam siaran persnya hari ini.

Waresix menghubungkan penyedia layanan pengiriman dengan bisnis menggunakan jasa pengangkutan yang ada atau truk dan ruang gudang di penjuru Indonesia. Perusahaan kini memiliki 30.000 truk dan 300 operator gudang di berbagai lokasi di Tanah Air, dalam platformnya.

Edwin, Co-founder Waresix menambahkan, ”Platform kami membantu menghubungkan korporasi besar dan menengah yang membutuhkan jasa pengiriman dengan perusahaan ekspedisi dan trucking kecil yang masih terfragmentasi. Solusi kami tidak hanya memasangkan order dengan layanan, tetapi juga menawarkan perencanaan, pemilihan rute, dan penjadwalan sehingga membantu tim kami memberikan pelanggan dan pemasok dengan panduan yang terpersonalisasi, wawasan praktis, dan solusi logistik yang inovatif.”

Yash Sankrityayan, Principal Jungle Ventures, mengatakan Waresix berhasil meningkatkan pendapatan bulanan lebih dari 30 kali lipat pada 2019, mereka juga melakukannya dengan class margin terbaik dibanding perusahaan sejenis di Asia Tenggara. Hasilnya, mereka membukukan EBITDA positif.

"Waresix juga berhasil menarik brand dan korporasi teratas di Indonesia sebagai klien dalam waktu yang singkat. Semua ini menunjukkan pemahaman mereka mengenai pasar serta kualitas pelaksanaan rencana mereka. Kami sangat antusias untuk terus mendukung mereka.”

Willson Cuaca, Co-founder East Ventures dan Managing Partner EV Growth, mengungkapkan, "Waresix dengan jelas merupakan pemenang di segmen first dan middle-mile dalam bidang logistik. Kami fokus kepada laju pertumbuhan perusahaan yang pesat dan keberhasilannya mengakhiri 2019 dengan profit. Ini merupakan bonus kecil bagi kami sebagai growth-stage investor. Perjalanan kami bersama Andree dan Edwin sangat panjang, dimulai ketika kami memberikan pendanaan pertama Waresix hanya beberapa jam setelah pertemuan pertama di Pacific Place, Jakarta. Kami akan terus mendukung mereka.”

Kondisi yang berbentuk negara kepulauan membuat biaya logistik di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di Asia, bahkan berkontribusi terhadap seperempat dari produk domestik bruto Indonesia yang mencapai US$1 triliun. Posisi Indonesia dalam Indeks Daya Saing Logistik 2018 yang dirilis Bank Dunia memang terus membaik. Namun, rasio biaya logistik terhadap PDB Indonesia masih mencapai 24 persen, tertinggal dari Thailand dan Malaysia. Kondisi tersebut menciptakan potensi senilai US$240 miliar dalam sektor logistik di Indonesia. Biaya logistik yang tinggi tidak hanya melemahkan daya saing industri, tetapi juga meningkatkan cost of doing business bagi pelaku UKM di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com