Ikuti Lelang Bandara Hang Nadim, AP I Bentuk Konsorsium

Ikuti Lelang Bandara Hang Nadim, AP I Bentuk Konsorsium
Penandatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan oleh Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana di Jakarta pada Senin (13/1/2020) malam. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 14 Januari 2020 | 17:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) membentuk konsorsium bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Wika) (Persero) Tbk untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim, Batam melalui mekanisme kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Libur Natal dan Tahun Baru, AP I Layani 4,5 Juta Penumpang

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan oleh Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana di Jakarta pada Senin (13/1) malam.

Faik Fahmi menjelaskan, pihaknya optimistis konsorsium ini berpeluang besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim. Selain pengalaman AP I sebagai operator bandara di Indonesia, konsorsium ini juga diperkuat IIAC yang merupakan operator bandara bertaraf global dan Wijaya Karya yang merupakan salah satu BUMN konstruksi terbaik di tanah air.

"Kerja sama ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus menegaskan komitmen AP I untuk memperluas jaringan pengelolaan bandara di Indonesia," ungkap Faik.

Pembangunan Akses ke Bandara YIA Perlu Dipercepat

Lebih lanjut, Faik mengungkap, alasan ketiga perusahaan sepakat bersama mengikuti lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim dikarenakan potensi prasarana kebandarudaraan yang besar untuk menjadi hub internasional, baik untuk sektor penumpang maupun kargo.

"Kami lihat bandara ini bisa menjadi hub internasional. Makanya, kami akan menyusun strategi untuk memenangkan lelang pengelolaannya dan selanjutnya berupaya mewujudkan target menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub internasional apabila terpilih sebagai pemenang lelang," ungkap Faik.

Faik menjelaskan, tahapan lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim adalah penyampaian konsorsium yang paling lambat diajukan pada 31 Januari 2020, kemudian penyampaian proposal paling lambat 31 Maret 2020, lalu pengumuman pemenang dilaksanakan pada Juli 2020.

AP I Operasikan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor

Apabila konsorsium ini memenangi lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim, maka ketiga korporasi itu akan membentuk perusahaan patungan dengan komposisi saham AP I sebesar 51 persen, IIAC 30 persen, serta Wika 19 persen.

Faik menjelaskan, AP I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sedangkan, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Lalu, Wika selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

Menurut Faik, selain konsorsium yang dipimpin AP I, terdapat tiga konsorsium lainnya yang akan ikut lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim, yakni konsorsium AP II, konsorsium PT Waskita Karya, serta konsorsium PT PP.

Faik menambahkan, IIAC secara resmi juga menggandeng AP I dalam rencana pengelolaan Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait. AP I akan mengirimkan tenaga ahli yang dimilikinya sebagai tenaga operasional di Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait dalam periode 2021-2023.

Selain itu, rencana kerja sama kedua pihak bakal dilanjutkan dengan keikutsertaan dalam seleksi pengelolaan Terminal 2 Bandara Internasional Kuwait dan Bandara Internasional Jeddah di Arab Saudi pada masa yang akan datang.

Sementara itu, Koo Bon Hwan menekankan, pihaknya sangat antusias atas kesepakatan kerja sama strategis ini dan menilai bahwa konsorsium yang dipimpin AP I sebagai tim impian. "Dengan tim impian ini, kami akan mewujudkan masing-masing perusahaan," tandas Koo Bon Hwan.



Sumber: BeritaSatu.com